Guguran Lava Merapi ke Arah Barat Daya

  • 12 Agt 2024 08:05 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Gunung Merapi kembali memuntahkan guguran lava sebanyak 57 kali ke arah barat daya (Kali Bebeng), dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melakukan pengamatan aktivitas Gunung Merapi periode Minggu (11/8/2024) pukul 00:00 - 24:00 WIB.

Data BPPTKG, asap kawah bertekanan lemah, teramati berwarna putih, intensitas tipis, dengan tinggi 15 - 25 meter di atas puncak kawah.

"Pantauan kegempaan, terjadi 144 gempa guguran, tujuh gempa fase banyak, dua gempa low frequency, dan dua gempa vulkanik dangkal," tulis BPPTKG dalam keterangannya yang diunggah di media sosial X, di akun resminya @BPPTKG Senin (12/8/2024) pagi.

Tingkat aktivitas Merapi hingga saat ini Siaga (level 3). BPPTKG merekomendasikan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," tulis BPPTKG.

BPPTKG juga mengimbau, masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

"Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi," ucap BPPTKG. (ferry/ros/atang)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....