Orang Tua: Perlu Pengawasan Perihal Jajanan Anak

  • 10 Agt 2024 12:07 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Bukan menjadi rahasia lagi jika jajanan anak SD di luar kantin sekolah kerap dianggap tidak sehat. Namun, rasa nikmat pada jajanan membuat anak-anak bahkan orang tua dinilai mengabaikan kesehatan.

Dokter Anak Siti Amana menghibau agar orang tua bijak dalam hal jajanan anak. Hal itu karena jajanan tidak sehat akan berakibat buruk untuk jangka waktu yang panjang.

Dalam pantauan RRI beragam jajanan anak dijual didepan lingkungan sekolah. Saat keluar dari gerbang anak-anak disambut dengan berbagai pilihan jajanan.

Mulai dari ayam krispi, ubi bumbu balado, minuman dingin serta berbagai jenis jajanan goreng. Tak lupa bakso tusuk dan sosis yang menjadi primadona.

Anggita, seorang ibu rumah tangga mengaku cukup khawatir akan jajanan anak yang diduga tidak sehat itu. Bukan cara pembuatan yang tidak higienis namun lebih pada bahan makanan yang dipakai.

Seperti minuman dingin berbagai rasa, dijual hanya seribu rupiah. Dahaga seketika pecah usai menikmati minuman dingin setelah gerah belajar didalam kelas.

Minuman dingin itu kata Gita dijual umum diwarung-warung. 500 rupiah per sachet, dan 1000 rupiah jika langsung dijadikan minuman, dengan cara menambahkan air dan es batu.

"Rasanya tuh gak masuk akal seribuan minuman aneka rasa gitu. Apalagi rasa manisnya yang sangat berlebihan, tapi anak-anak suka," cerita Gita (10/8/24).

Kandungan pemanis buatan yang tinggi membuat minuman instan tesebut terasa sangat manis. Belum lagi tak diketahui pasti air yang digunakan untuk membuat batu es.

Jajanan lainnya seperti bakso goreng, ayam krispi atau ubin goreng. Sekilas tak ada masalah padan jajanan itu.

Tapi, bumbu tambahan lain membuat mata cukup terbelalak. Saos bewarna pekat yang biasa digunakan untuk bakso, ditambah perasa jagung, balado atau keju curah yang sangat kuat menjadi bahan wajib untuk menikmati berbagai jajanan gorengan itu.

Ia mengaku melarang anaknya membeli jajanan tertentu karena alasan kesehatan. Sehingga selalu menemani anak saat jajan usai pulang sekolah, sembari menjemput.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....