Penyintas Kucing Terlantar dari Solo yang Menginspirasi

  • 09 Agt 2024 19:59 WIB
  •  Surakarta


KBRN, Surakarta: Hewan peliharaan bisa didapatkan dari berbagai cara, mulai dari membeli, diberi seseorang, hingga memungut hewan liar yang tak bertuan. Salah satu hewan liar yang kerap menjadi peliharaan adalah kucing. Namun, berbeda dengan kebanyakan orang yang lebih memilih memelihara kucing ras tertentu, Lusi Qoriah dari Solo justru lebih gemar menyelamatkan kucing terlantar, tanpa memandang ras atau jenisnya.


Lusi, seorang pecinta kucing sejati, merasa kebahagiaan tersendiri saat merawat kucing-kucing terlantar yang ditemukannya. Baginya, memelihara kucing bukan tentang jenis atau ras, melainkan tentang memberikan kasih sayang dan perawatan yang layak kepada kucing-kucing yang membutuhkan.


Cantik adalah salah satu dari banyak kucing yang diselamatkan Lusi. Kucing ini ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan satu kaki patah dan perut membengkak penuh nanah.


"Ini namanya Cantik, seperti namanya sekarang sudah jauh lebih cantik dari setahun lalu saat pertama kali saya bertemu dengannya," ujar Lusi sembari memeluk kucing peliharaannya yang hanya memiliki tiga kaki.


Setelah menjemput Cantik dari pinggir jalan, Lusi merawatnya selama enam bulan sebelum menyerahkannya ke Difabel Meong, sebuah organisasi yang merawat kucing difabel, untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Berkat perawatan penuh kasih selama hampir setahun, Cantik kini tumbuh sehat meski hanya dengan tiga kaki.


"Kira-kira setahun lalu, seorang kenalan mengabarkan ada kucing di tepi jalan kawasan Fajar Indah. Kondisinya saat itu sangat memprihatinkan. Kaki patah dan perutnya ada benjolan besar berisi nanah," katanya mengenang.


Lusi telah melakoni kegiatan menyelamatkan kucing terlantar sejak tahun 2002. Meski tidak menghitung dengan pasti jumlah kucing yang telah ia selamatkan, Lusi merasa bangga karena banyak dari mereka yang berhasil sembuh dan diadopsi oleh orang lain.


Baginya, cinta pada kucing tidak mengenal batas jenis atau ras, melainkan bagaimana memberi mereka kesempatan untuk hidup lebih baik. "Kalau sudah suka, mau kucing ras atau kucing kampung tidak jadi soal. Yang penting kita merawat kucing terlantar itu jadi lebih sehat," kata Lusi penuh semangat. (Ase)



Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....