Menelusuri Makna dan Sejarah Lawang Salapan

  • 24 Jul 2024 10:32 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor : Tepas Salapan Lawang bukan sekadar bangunan estetis. Di balik kemegahannya, terkandung makna filosofis yang mendalam. "Dinu kiwari ngancik nu bihari seja ayeuna sapereun jaga" adalah uga atau ageman atau disebut peribahasa yang menggunakan bahasa asli (lokal) Sunda yang artinya : "Apa yang kita nikmati hari ini adalah warisan pendahulu, dan apa yang kita nikmati sekarang akan diwarisi untuk generasi berikutnya"

Terdiri dari sepuluh tiang dan sembilan gerbang pintu, arsitekturnya terinspirasi dari filosofi Menyibak Makna dan Sejarah Singkat di Balik Sembilan Gerbang MonumentalSunda "Silih Asih, Silih Asah, dan Silih Asuh".

Kesepuluh tiang melambangkan kesepuluh bagian raga manusia, sedangkan sembilan gerbang pintu melambangkan sembilan aspek kesejahteraan, yaitu :

  • kedamaian
  • persahabatan
  • keindahan
  • kesatuan
  • kesantunan
  • ketertiban
  • kenyamanan
  • keramahan
  • Dan keselamatan.

Lebih dari sekadar landmark, Tepas Salapan Lawang menjadi ruang publik yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Di sini, pengunjung dapat bersantai, berfoto, dan belajar tentang sejarah dan budaya Bogor. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat identitas Kota Bogor sebagai kota pusaka yang kaya akan nilai-nilai budaya dan sejarah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....