Ini Alasan Petani Kopi Enggan Lakukan Petik Merah

  • 19 Jul 2024 09:50 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Rejang Lebong: Kopi petik merah meskipun berharga mahal namun tetap kurang diminati petani. Petani kopi petik merah di desa Sindang Jaya, Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong Andri Jendro mengatakan jika alasan kerumitan membuat petani memilih petik campuran, artinya biji hijau dan merah dipetik bersamaan.

Jika melakukan petik merah petani harus memilih biji yang benar-benar merah. Serta meninggalkan biji yang masih hijau.

Akibatnya, selama seharian petani hanya mampu memanen satu karung kopi saja. Sementara jika memetik biji campuran bisa mencapai 2 hingga 3 karung.

Dari sisi waktu sejumlah petani menilai kurang efisien. Selain lama, serta harus kembali mengulangi proses panen pada biji kopi yang sebelumnya ditinggalkan karena masih hijau.

"Petani itu rata-rata diajak petik merah ya itu alasannya. Padahal dari sisi harga petik merah ini jauh menguntungkan," kata Andri (19/7/24).

Harga biji kopi merah siap gongseng atau siap goreng senilai 120 ribu perkilogram. Sementara harga kopi campuran berkisar 60 ribu perkilogram.

Sementara harga jika sudah menjadi bubuk, untuk petik merah mencapai 30 ribu per 150 gram. Sedangkan kopi campuran yang sudah menjadi bubuk umumnya dijual 120 ribu per kilogram.

Kata Andri, selain mahal, kualitas kopi petik merah akan jauh lebih baik, sehingga bisa membuat kopi menjadi bahan baku bubuk kopi mutu super. Sementara kopi campuran umumnya berakhir di warung-warung.

Namun juga terdapat satu faktor lain yang membuat kopi campuran lebih disukai, yakni lebih mudah dijual dan banyak yang bersedia membelinya. Sementara kopi petik merah hanya dibeli oleh kalangan tertentu, seperti pelaku usaha bubuk kopi premium, cafe dan eksportir.

Dari hal ini kata Andri, butuh upaya terus menerus mengedukasi petani agar melakukan petik merah. Selain untuk peningkatan mutu dan kualitas kopi, tentunya untuk kesejahteraan para petani itu sendiri.

"Serba sulit juga sebenarnya, petani kan butuh uang cepat, bagi mereka petik campuran hijau dan merah lebih cepat menghasilkan uang. Ada juga yang takut kelamaan nunggu merah, takut pencurian misalnya," tutup Andri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....