Menyambut Tahun Baru Jawa dengan Tradisi Sakral di Keraton Surakarta
- 07 Jul 2024 18:10 WIB
- Surakarta
Keraton Kasunanan Surakarta siap menyelenggarakan Kirab Malam 1 Suro, sebuah tradisi turun-temurun yang dilaksanakan untuk memperingati datangnya Tahun Baru Jawa. Acara ini, yang memiliki makna sakral mendalam bagi masyarakat Jawa, akan digelar pada Minggu (7 Juli 2024) atau bertepatan dengan Senen Legi 1 Sura Je Aj 1958.
Malam 1 Suro, malam tahun baru dalam kalender Jawa, dianggap sebagai waktu yang sangat penting dan sakral. Untuk merayakan momen ini, Keraton Surakarta Hadiningrat secara rutin mengadakan prosesi kirab yang diikuti oleh seluruh abdi dalem keraton. Acara ini tidak hanya menjadi perwujudan dari pelestarian tradisi, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan sejarah Jawa.
Kirab Malam 1 Suro akan dimulai dengan Wilujengan pada pukul 20.00 WIB dan diikuti oleh kirab pada pukul 24.00 WIB. Sebagai bagian dari persiapan, Gladen Kirab telah dilaksanakan pada tanggal 4-5 Juli 2024, termasuk memandikan dan mempersiapkan Kebo Bule atau Mahesa yang akan ikut dalam prosesi.
Acara ini akan melibatkan sekitar 5.000 orang. Sebelum kirab dimulai, lonceng akan dibunyikan sebanyak 12 kali sebagai tanda dimulainya acara. Prosesi kirab akan mengikuti rute yang telah ditentukan, dimulai dari Keraton Surakarta Hadiningrat, melintasi berbagai titik penting di kota, hingga kembali lagi ke keraton.
Prosesi akan dimulai dari Keraton Surakarta Hadiningrat menuju Alun-Alun Utara, lalu melewati benteng Vastenburg, perempatan Loji Wetan, perempatan Pasar Kliwon, perempatan Baturono, perempatan Gemblegan, perempatan Nonongan, dan akhirnya kembali ke Keraton melalui Bundaran Gladag dan Alun-Alun Utara.
Selain prosesi kirab, rangkaian acara Malam 1 Suro juga meliputi wilujengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara, serta khol SISKS Pakubuwana X. Bagi yang tidak mengikuti kirab, kegiatan lain seperti dzikir, doa, meditasi, atau salat fajar dapat dilakukan di Masjid Pujosono, Masjid Paromosono, dan Masjid Agung.
Kirab Malam 1 Suro bukan hanya sekadar acara tahunan, tetapi juga simbol kekayaan budaya dan spiritualitas masyarakat Jawa. Dengan melibatkan ribuan orang dan berbagai ritual sakral, tradisi ini terus hidup dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Surakarta dan sekitarnya. Masyarakat umum diundang untuk menyaksikan dan ikut merasakan kekhidmatan prosesi ini, sebagai wujud kebersamaan dan penghormatan terhadap tradisi leluhur. (Ase)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....