Arak-Arakan Khitanan, Tradisi yang Kian Pudar di Perkotaan
- 02 Jul 2024 09:41 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Di musim liburan panjang sekolah, banyak orang tua memanfaatkan waktu ini untuk melaksanakan khitan atau sunatan bagi putra mereka agar tidak mengganggu kegiatan sekolah. Tradisi ini biasanya diikuti dengan syukuran atau selamatan dan arak-arakan bagi anak yang telah dikhitan.
Arak-arakan ini adalah tradisi yang semakin jarang ditemui di perkotaan. Anak-anak yang telah dikhitan diarak menggunakan patung replika mirip hewan singa, diiringi oleh grup musik hadroh atau syarofal anam. Tradisi ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan daerah dan mengenalkannya kepada generasi muda.
"Tradisi ini kami lakukan untuk melestarikan kebudayaan daerah yang sepertinya sekarang sudah jarang ditemui di masyarakat. Dan juga untuk mengenalkan kepada generasi muda agar mengetahui tradisi ini dan untuk dilestarikan," kata Dedi Santoso, pimpinan grup hadroh Al Munawarah.
Dedi menegaskan pentingnya mengenalkan tradisi ini kepada masyarakat agar kebudayaan ini tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
"Memang tradisi ini sudah jarang ditemui. Dengan mengenalkan tradisi ini di masyarakat, semoga masyarakat dapat melestarikan kebudayaan ini," tegasnya.
Tradisi arak-arakan khitanan tidak hanya merupakan bentuk syukur, tetapi juga cara untuk mempererat hubungan sosial dan komunitas. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat kembali merasakan nilai-nilai kebersamaan dan gotong-royong yang mungkin mulai luntur di kehidupan perkotaan.
Penggunaan patung replika hewan singa dan iringan musik hadroh memberikan warna tersendiri pada prosesi arak-arakan, menjadikannya momen yang berkesan bagi anak-anak dan juga masyarakat sekitar.
Dengan adanya upaya pelestarian dari komunitas seperti grup hadroh Al Munawarah, diharapkan tradisi arak-arakan khitanan dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.
"Selama ada kemauan untuk bersama dan berbuat dalam karya, tradisi ini akan selalu berjalan," ujar Dedi Santoso, optimis.
Melalui pelestarian tradisi ini, diharapkan masyarakat dapat terus menghargai dan menjaga kebudayaan lokal, menciptakan harmoni antara modernitas dan warisan budaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....