Syarnubi Susun Kamus Kelumus Bahasa Melayu Lokal Bangka

  • 25 Jun 2024 18:29 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Bangka : Kabupaten Bangka sekarang memiliki Kamus Kelumus Bahasa Melayu Lokal Bangka karya penulis H.A. Syarnubi.

Dijelaskan H.A Syarnubi, Kamus Kelumus Bahasa Melayu Lokal Bangka memiliki makna atau filosofi.

'Kamus' memiliki makna kumpulan, bisa diartikan kita atau buku yang menjelaskan arti kata.

"Kelumus' itu, kalau dicontohkan sederhana seekor bayi kucing yang baru lahir akan terbungkus lapisan tipis, bahasa kampungnya kelumus," kata H.A Syarnubi, usai menyerahkan Kamus Kelumus Bahasa Melayu Lokal Bangka kepada pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka, di Sungailiat, Selasa (25/6/2024).

Dan kata Melayu, karena Kabupaten Bangka merupakan bagian dari tanah Melayu. Hal tersebut terbukti bahwa keberadaan prasasti Kota Kapur tahun 86 Masehi sudah mengenakan bahasa Melayu kuno, prasasti itu ditulis mengunakan bahasa Palawa, tetapi bahasa mengunakan bahasa Melayu kuno.

"Itu menunjukan bahasa Melayu Bangka sudah ada pada zaman dulu." ujar Syarnubi.

Syarnubi mengatakan penggunaan kata kelumus secara leksikologi sangat tepat, karena kamus yang disusun berada di wilayah Kabupaten Bangka tidak mencakup di wilayah Kabupaten lainnya, sehingga kata demi kata yang terkumpul belum maksimal sehingga disebut kolumus.

Pada saatnya nanti kamus yang telah disusun secara bertahap perlu penyempurnaan pada penerbitan selanjutnya, karena ada perkembangan kosa kata yang terus menerus.

Seperti penyusunan kamus lainya, kamus ini menjelaskan tentang dialek seperti dialek Sungailiat, Belinyu, Cina, Mapur, Maras dan dialek Tengah." jelas Syarnubi.

Syarnubi berharap kehadiran Kamus Kelumus Bahasa Melayu Lokal Bangka akan menambah kelengkapan kamus-kamus yang telah ada sebelumnya.

Selain itu, keberadaan kamus ini akan menambah nuansa pengetahuan bagi masyarakat khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Bangka." harapnya.

Sementara salah seorang warga Sungailiat, Hamdi mengaku sangat tertarik dengan adanya Kamus Kelumus ini. Menurut Hamdi, sebagai warga Bangka sendiri terkadang masih banyak kata-kata yang terasa asing meski pun kata itu sebenarnya berasal dari bahasa ibu atau daerah sendiri.

"Dari kamus ini kita bisa menambah pengetahuan, perbendaharaan kata dalam bahasa daerah kita sendiri. Sangat bermanfaat bagi anak-anak sekarang Bang," ucap Hamdi.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....