Empedu Kambing Diburu Saat Lebaran Haji, Amankah Dikonsumsi?

  • 17 Jun 2024 07:48 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Terdapat satu hal yang kerap diburu masyarakat saat proses penyembelihan hewan kurban. Satu diantaranya berburu empedu kambing.

Sejak lama empedu kambing dipercaya masyarakat memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti malaria, mag akut hingga penambah stamina. Sehingga empedu kambing dimakan begitu saja atau saat kondisi mentah.

Empedu hanya di bilas atau dicuci dengan air panas. Kemudian ditelan langsung dengan meminimalisir empedu pecah di dalam mulut yang akan menimbukkan rasa pahit tak tertahankan.

Dikutip dari 𝘜𝘯𝘢𝘪𝘳𝘯𝘦𝘸𝘴.𝘤𝘰𝘮, dari karya riset yang dilakukan oleh Heny Arwaty Universitas Airlangga, disebutkan bila cairan empedu secara terus menerus dikeluarkan dari sel hati (𝘩𝘦𝘱𝘢𝘵𝘰𝘴𝘪𝘵) dalam sistem biliari pada manusia, dan kebanyakan hewan termasuk mamalia dan reptil. Sistem ini melibatkan hati, kandung empedu, saluran hati dan cairan empedu.

Empedu mengandung asam empedu yang penting untuk pencernaan dan penyerapan lemak dan vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, K) di usus kecil, garam empedu spesifik, pigmen empedu 𝘣𝘪𝘭𝘪𝘳𝘶𝘣𝘪𝘯 dan 𝘨𝘭𝘶𝘬𝘶𝘳𝘰𝘯𝘪𝘥𝘢, serta melatonin. Dalam metode pengobatan Cina, empedu dari berbagai hewan dan beberapa komponen empedu yang dikombinasikan sebagai obat yang telah digunakan hingga berabad-abad. Secara eksperimental empedu telah dilakukan uji akut dan sub akut cairan empedu kambing (CEK) untuk mengetahui toksisitasnya kadar kemungkinan racun pada empedu yang diberikan pada tikus. Hasil penelitian tersebut menunjukkan toksisitas ringan CEK 100% karena terjadi diare ringan selama dua hari pada hari kedua setelah perlakuan.

Akan tetapi, pemberian CEK tidak menghambat kenaikan berat badan tikus. Hanya sedikit terjadi penurunan kadar 𝘩𝘦𝘮𝘰𝘨𝘭𝘰𝘣𝘪𝘯 dan 𝘩𝘦𝘮𝘢𝘵𝘰𝘤𝘳𝘪𝘵 pada tikus yang diberi CEK 25% dan 50%, tetapi pada mencit yang diberi CEK 100% tetap normal.

Jumlah sel darah merah dan sel darah putih tidak terpengaruh, alias tidak terjadi peningkatan atau penurunan. Tikus normal yang diberi CEK menunjukkan kadar enzim 𝘢𝘴𝘱𝘢𝘳𝘵𝘢𝘵𝘦 𝘢𝘮𝘪𝘯𝘰𝘵𝘳𝘢𝘯𝘴𝘧𝘦𝘳𝘢𝘴𝘦 (AST) dan 𝘢𝘭𝘢𝘯𝘪𝘯𝘦 𝘢𝘮𝘪𝘯𝘰𝘵𝘳𝘢𝘯𝘴𝘧𝘦𝘳𝘢𝘴𝘦 (ALT) dalam plasma yang tetap normal. Hasil ini menunjukkan bahwa CEK tidak mempengaruhi fungsi hati.

Selain itu, kadar 𝘣𝘭𝘰𝘰𝘥 𝘶𝘳𝘦𝘢 𝘯𝘪𝘵𝘳𝘰𝘨𝘦𝘯 (BUN) dan kreatinin tidak meningkat yang berarti bahwa fungsi ginjal tidak terpengaruh oleh pemberian CEK. Jadi disatu sisi, asam empedu bersifat toksik, tetapi di sisi lain bermanfaat. Sifat unik asam empedu ini telah dimanfaatkan dalam sistem drug delivery untuk mencapai target dan sebagai agen terapeutik pada penyakit kanker, malaria, dan infeksi usus. Kandungan toksin dan kasus keracunan CEK juga belum pernah dilaporkan.

Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan jika menunjukkan bahwa CEK aman digunakan karena hanya menunjukkan toksisitas ringan. Namun perlu diwaspadai dalam mengkonsumsi CEK karena sifatnya yang unik tersebut, sehingga disarankan agar mengonsumsi empedu kambing tidak dilakukan terlalu sering untuk menghindari efek yang berbahaya.

Meski demikian penelitian tersebut dilakukan pada tikus putih atau mencit, sehingga perlu referensi tambahan dalam hal konsumsi empedu kambing oleh manusia. Untuk informasi perihal penelitian lebih lengkap dapat diakses pada http://www.veterinaryworld.org/Vol.13/March-2020/18.html

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....