Es Drop Legendaris Khas Kota Proklamator, Masihkas Eksis?
- 11 Jun 2024 06:34 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Es drop yang merupakan jajanan legendaris terkenal khas Kota Proklamator, sebutan untuk Kota Blitar, masih eksis dan bertahan hingga saat ini ditengah menjamurnya kuliner modern. Mendengar kata es drop, bagi yang sudah tidak asing lagi dengan kuliner tua ini pasti langsung terbayang akan bentuk memanjangnya seperti pipa dengan stik bambu sebagai pegangannya.
Es drop sudah sangat familiar bagi warga Kediri raya yang tinggal di wilayah Blitar, Trenggalek, Tulungagung, Kediri, Nganjuk, dan Jombang. Bentuknya yang khas menyerupai es lilin namun tidak dibungkus dengan plastik melainkan kertas bertuliskan ‘es drop’ disertai pegangan berupa stik bambu jadul berukuran tipis, masih dipertahankan sampai sekarang.
Keikutsertaan produk jajanan lawas es drop dalam event Pameran Jadulan Tahunan, istilah unik dari Pemkot Blitar untuk Bazar Blitar Jadoel 2024, semakin membuktikan eksistensi salah satu kuliner tempo dulu yang masih banyak diburu ini.
Bazar Blitar Jadoel 2024 merupakan event yang menjadi salah satu bagian dari kemeriahan Peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Ke-XXI Jawa Timur dan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-52. Gawe besar Kota Blitar sebagai tuan rumah ini berlangsung mulai dari Jum’at (7/6/2024) sampai dengan hari ini, Selasa (11/6/2024).
RRI Kediri berkesempatan melakukan wawancara dengan salah satu pemilik stan Bazar Blitar Jadoel 2024 asal Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan - Blitar, Siti Marfiah (43). Ia bersama timnya sengaja menampilkan es drop sebagai salah satu produk unggulan UMKM di wilayahnya. “ Alhamdulillah es drop yang paling laris diburu pembeli sejak hari pertama pameran. Apalagi kami menyediakan ruang khusus untuk singgah. Pengunjung bisa santai melepas lelah sembari menikmati es jadul kebanggaan warga Blitar, “ kata Siti, sapaan akrabnya, Selasa (11/6/2024).
Dalam sesi perbincangan bersama RRI, Siti turut menceritakan sejarah es drop yang khas identik dengan wadah jadul termos berwarna merah sebagai tempat penyimpanan. “ Pabrik es drop sudah ada sejak zaman penjajahan sekitar tahun 1937. Dulu terkenal dengan nama ‘es drop burung betet’. Varian rasanya dari dulu sampai sekarang masih sama, ada cokelat, stroberi, durian, kacang hijau. Harga juga masih sangat terjangkau, 5.000 rupiah saja, “ ucap Siti melalui telepon selulernya.
Sebagi informasi, segala sesuatu yang vintage mengenai es drop, masih dilestarikan oleh masyarakat Blitar hingga kini. Salah satunya adalah pedagang yang menjajakan es drop dari kampung ke kampung masih dilakukan oleh bapak-bapak tua dengan menaiki sepeda kumbang. “ Sampai sekarang masih banyak dijumpai bapak-bapak tua naik sepeda membunyikan lonceng dengan membawa tabung warna merah sambil teriak ‘es drop’ bersuara panjang dan bernada khas, “ ujar Siti kepada RRI, Selasa pagi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....