Makam Inggris Dari Kota Bengkulu
- 08 Jun 2024 15:53 WIB
- Bengkulu
KBRN, BENGKULU - Bengkulu memiliki sejarah yang berbeda daripada kawasan lain di Indonesia, karena Bengkulu merupakan bekas koloni Inggris di pesisir barat Sumatra pada periode 1685-1824. Salah satu saksi penjajahan Inggris yang masih dapat Anda jumpai di bengkulu adalah puluhan makam tua Inggris di jalan Veteran Kota bengkulu.
Untuk diketahui British East India Company (EIC) pada tahun 1685 silam membangun pusat perdagangan lada dan garnisun di Bengkulu yang Kemudian, diakuisisi oleh Belanda sejak traktat Inggris-Belanda pada Maret 1824. Ibarat melakukan tukar guling, Belanda saat itu mendapatkan Bengkulu sedangkan Inggris mendapatkan Singapura.
Pemakaman Inggris merupakan peninggalan sejarah yang mengingatkan kita tentang peradaban yang dibangun EIC di Bengkulu. Tatkala awal kolonialisasi, ratusan tentara EIC meninggal karena terserang beragam penyakit seperti kolera, malaria, disentri dan juga korban perang.
Saat perang berkecamuk dikota Bengkulu, banyak memakan korban dari pihak Inggris, tidak tanggung-tanggung, salah satunya adalah empat anak Thomas Stamford Raffles yang merupakan Gubernur Jenderal saat itu. Raffles memang sempat menjejakkan kakinya di Fort Marlborough Bengkulu pada 19 Maret 1818.
Raffles dan istri keduanya Sophia Hull beserta kelima anak mereka mengalami dera kehidupan yang suram di Bengkulu. Buruknya sanitasi menyebabkan anak-anak yang malang tersebut berusia tak lebih dari empat tahun. Sementara dari data National Geographic yang diwartakan Mahandis Yoanata Thamrin, Mahandis menyebutkan empat buah hati Raffles dan Sophia dikuburkan di Kompleks Pemakaman Inggris yang Lokasinya tak sampai satu kilometer di timur Benteng Marlborough atau tepatnya di Jalan Veteran kelurahan Jitra kota Bengkulu.
Dalam catatan sejarah, warga Inggris yang meninggal di Bengkulu selama periode kolonial tercatat sebanyak 709 orang, Namun kini hanya tersisa 53 batu nisan yang masih bisa ditemukan sampai hari ini. Nisan tertua berasal dari tahun 1775 atas nama Stokeham Donston Esquire dan yang termuda berasal dari tahun 1858 ats nama Miss Frances Maclane. Sisa makam ini masih bisa bertahan karena nisannya yang kokoh. Bentuk atau desain makam Inggris yang bernuansa khas barat dengan bangunannya yang indah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang ke tempat tersebut.
Menurut cerita, kompleks pemakaman ini dahulunya menempati tanah sekitar 4,5 hektare dan menampung 1000 makam, Namun karena tergerus waktu dan pengembangan kota/membuat beberapa makam mulai hilang. Nisan yang masih tersisa memiliki bentuk yang beragam Ada yang hanya berbentuk tugu kecil dan ada pula yang berbentuk peti jenazah yang terbesar dengan ketinggian mencapai tiga meter berbentuk kubah atau persegi panjang dengan ukiran khusus.
Ukuran makam ini konon menandakan status jabatan warga Inggris yang meninggal saat itu, Semakin besar ukuran makam, maka semakin tinggi pula pangkatnya. Makam ini dahulu pernah direstorasi pada zaman Gubernur Bengkulu Razie Yahya pada tahun 1991. Sementara emerintah telah menjadikan kompleks makam inggris ini menjadi cagar budaya yang dilindungi oleh Undang-Undang No 11 Tahun 2010.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....