Kesenian Tradisonal Randai Kuantan Singingi
- 23 Mei 2024 14:06 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru : Randai adalah bentuk seni teater rakyat yang masih bertahan dan berkembang di Sumatera Barat dan di daerah-daerah yang berada di bawah pengaruh kebudayaan Minangkabau, salah satunya di Kuantan Singingi Provinsi Riau.
Dikutip dari Majalah Budaya Melayu Tak Melayu Hilang di Bumi, Randai Kuantan Singingi ini adalah kesenian tradisional yang penuh dengan pesan agama dan moral ini merupakan gabungan dari seni peran, seni musik, seni tari serta pencak silat.
Konon merandai artinya bergerak melingkar. Randai memang dimainkan dengan gerakan melingkar para pemainnya yang berirama dinamis diselingi oleh tepuk tangan serentak para pemainnya.
Para pemain juga menyambut narasi oleh narator dengan pengulangan kata-kata yang khas dan berirama.
Randai Kuantan mempunyai persamaan dengan randai yang hidup di daerah Sumatera Barat, tapi juga mempunyai perbedaan yang spesifik.
Bahasanya memakai dialek Rantau Kuantan, yakni salah satu bentuk pelafalan bahasa Melayu menurut dialek tempatan.
Persamaannya dengan randai Minangkabau ialah di dalam gerakannya yang memakai formasi melingkar, mengandung unsur pencak silat, serta penyampaian narasinya bisa dikatakan sebagai bentuk sastra lisan tradisional.
Namun perbedaannya menurut kajian budayawan Riau, UU Hamidi adalah dalam penampilan tari gelombang yang diiringi orkes Melayu dan prolog bersyair gaya Melayu dengan keseluruhan peran menggambarkan suasana humoris.
Pada awalnya Randai Kuantan memainkan cerita-cerita Minangkabau Sumatera Barat yang disebut dengan kaba. Misalnya cerita Sabai nan Aluih, Gadis Basanai, Siumbuik Mudo dan Angan Nan Tongga.
Seiring perkembangan kesenian Riau ini di Kuantan, mulailah muncul cerita-cerita khas tempatan. Terutama lagi cerita humoris yang dilatar belakangi oleh kisah-kisah kehidupan masyarakat Kuantan sendiri.
Komedian Fachri Semekot mengatakan, Kuantan pernah mengalami masa kritis pada era delapan puluhan. Keprihatinan akan kepunahan randai membuat beliau menggerakkan untuk ikut membina teater rakyat ini.
Tak tanggung-tanggu beliau ikut menyumbangkan peralatan yang dibutuhkan oleh grup randai. Hasilnya di era tahun sembilan puluhan Randai Kuantan bangkit kembali. Beliau juga berharap agar teater rakyat yang sarat dengan petuah sosial ini lebih berkembang sebagai aset budaya daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....