Fakta Tentang Senjata Pusaka Keris Riau
- 16 Mei 2024 22:18 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru: Keris banyak dianggap sebagai senjata pusaka yang berasal dari pulau Jawa. Namun, tak hanya suku Jawa, suku Melayu pun memilikinya seperti di Riau ada Keris Riau.
Dilansir dari Wadaya, Keris sudah ditemukan sejak berabad-abad digunakan oleh anggota Kerajaan Melayu sebagai senjata kerajaan. Pada masanya Keris bukan hanya digunakan sebagai senjata tradisional tetapi juga digunakan sebagai bentuk simbol kehormatan. Maka bentuk dan nilai Keris sendiri bisa menentukan tinggi atau rendahnya derajat seorang bangsawan pada masanya.
Seseorang yang memiliki keahlian dalam membuat Keris biasanya dinamakan empu. Di Nusantara ada ratusan empu, maka tak heran jika banyak dijumpai bermacam-macam Keris dengan nama yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, Keris Riau, Keris Jawa ataupun Keris lainnya pasti memiliki perbedaan. Bagi masyakat Melayu di Riau, Keris sebagai salah satu senjata adat yang tak hanya digunakan untuk memberikan perlindungan diri, namun juga sebagai simbol kehormatan bagi pemiliknya. Menurut kepercayaan mereka, si pemilik atau pemakai Keris akan mendapat kemulian atau kehormatan dari sebagian masyarakat yang melihat atau mengetahuinya.
Masyarakat Melayu di Riau menganggap bahwa Keris merupakan senjata tajam yang memiliki petuah atau kekuatan magis. Bertuah sendiri mempunyai arti yakni memiliki nilai kehormatan. Semakin lama waktu pembuatan keris, maka nilai sejarahnya semakin tinggi. Selain sebagai benda pusaka, Keris juga digunakan untuk upacara adat.
Hingga saat ini, masyarakat Melayu di Riau selalu membawa keris Riau dalam setiap upacara adat, khususnya upacara adat pernikahan. Biasanya keris ini akan dijadikan pelengkap untuk busana pengantin pria. Hal ini terbukti dari beberapa dokumentasi para raja-raja di Riau yang membawa Keris Riau pada busana yang mereka kenakan. Walaupun masa kerajaan sudah tidak lagi terkenal seperti dulu, namun tradisi harus tetap dilestarikan.
Sampai saat ini tradisi penggunaakan Keris sebagai simbol kehormatan masyarakat Melayu tetap melekat bagi masyarakat di Riau. Hal ini terlihat pada pakaian pengantin pria dalam upacara pernikahan. Tingginya nilai kehormatan yang terkandung dalam senjata ini juga tersimpan dalam cerita legenda Hang Tuah yang merupakan salah satu Laksamana Satria Melayu di Riau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....