Ragam Budaya Desa’: Pindah Rumah Baru pada Suku Dayak Desa’
- 14 Mei 2024 13:55 WIB
- Sintang
KBRN, Sintang: Dalam kehidupan masyarakat suku Dayak Desa yang berada di wilayah Kalimantan, khususnya di Kabupaten Sintang, sebuah tradisi yang kaya akan makna dan simbolisme telah menjadi bagian tak terpisahkan yaitu tradisi pindah rumah atau yang dikenal dengan istilah lokalnya, Gawai Pindah Rumah.
Budayawan Dayak Desa’ Hendrikus Julung memaparakan mengenai prosesi pindah rumah pada suku dayak Desa’ yang ada di Kabupaten Sintang, dalam acara Ragam Budaya Dayak Desa’, di Studio Pro1 RRI Sintang.
Sebelum prosesi pindah rumah dilaksanakan, persiapan yang matang dan penuh kebersamaan dilakukan oleh seluruh anggota masyarakat. Salah satunya adalah pembangunan rumah baru yang dilakukan dengan gotong royong, atau yang dalam bahasa lokal disebut Dirimpuh. Gotong royong ini terjadi pada setiap tahapan pembangunan, mulai dari menancap tiang rumah hingga memasang berbagai perlengkapan penting seperti galang utama, galang atas, hingga atap rumah.
Ketika rumah baru telah selesai dibangun, saatnya bagi masyarakat untuk merayakan dengan penuh syukur melalui gawai pindah rumah. Persiapan untuk acara ini pun tak kalah meriah. Keluarga mempersiapkan segala sesuatu mulai dari pakaian adat hingga makanan dan minuman tradisional seperti tepung tumpik, kelamai, dan berbagai jenis kue lainnya.
“Prosesi pindah rumah sendiri merupakan momen yang penuh dengan simbolisme dan tradisi yang kaya. Mulai dari kepala rombong yang memimpin rombongan sambil membawa perlengkapan khusus seperti kapuak yang dibakar, hingga ibu yang membawa empupus dan cangkang ketuntung sebagai perlambang perlindungan dari berbagai hal yang kurang baik,” ujar Hendrikus, Minggu (12/5/2024) Malam.
Ia menuturkan, sesampainya di rumah baru, prosesi berlanjut dengan keliling rumah baru sebanyak satu hingga tujuh kali sebelum akhirnya naik ke rumah. Setelah itu, keluarga inti diberi minum tuak dan melaksanakan prosesi betabak sebagai doa agar rumah baru mereka dilimpahi dengan kebahagiaan dan keselamatan. Tidak ketinggalan, momen ini juga dirayakan dengan penuh keceriaan melalui permainan musik tradisional dan tarian nginyah sebagai simbol kebahagiaan. Mandi di sungai oleh seluruh keluarga pada sore hari juga menjadi bagian penting dari prosesi ini, sebagai simbol pembersihan diri dan penyambutan kebaikan yang baru.
Lebih lanjut Hendrikus mengungkapkan, malam pertama di rumah baru juga dirayakan dengan meriah, di mana keluarga akan menjamu kerabat dan tamu dengan tarian dan pantun tradisional hingga larut malam. Dan pada akhirnya, prosesi pemberkatan menjadi penutup yang sempurna untuk memulai babak baru dalam kehidupan mereka.
Hndrikus menekankan dalam tradisi ini, terdapat juga beberapa catatan khusus yang harus diperhatikan
“Catatanya, seperti waktu pelaksanaan yang harus pada pagi hari sebelum matahari terbenam, serta pantangan untuk tidak mengunjungi rumah lama selama beberapa hari untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Hendrikus mengakhiri penjelasannya.
Tradisi Gawai Pindah Rumah ini tidak hanya sekadar perpindahan fisik, namun juga sebuah perwujudan dari nilai-nilai kebersamaan, syukur, dan kepercayaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi dalam masyarakat suku Dayak. (DS).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....