Tuwuhan, Perlengkapan Upacara Pernikahan Jawa Yang Sarat Makna
- 28 Apr 2024 11:37 WIB
- Surakarta
KBRN,Surakarta : Sebelum upacara perkawinan menurut adat Jawa dimulai biasanya di muka rumah dipasang bangunan tambahan yang disebut tarub. Bangunan tambahan tersebut dipergunakan sebagai tempat duduk para tamu undangan. Agar tarub tampak menarik dan indah dibuat dekorasi yang disebut tuwuhan,tumbuhan yang diikat menjadi satu di pintu masuk tersebut.
Menurut tulisan KPA Winarnokusumo di situs www.kanjengwin.com yang dikutip Pro 1 RRI Surakarta, Sabtu (27/4/2024), Tuwuhan berasal dari kata tuwuh yang berarti tumbuh, dan dipasang sebelum hari pernikahan. Tuwuhan diperlukan sebagai pelengkap atau ubarampe upacara pernikahan adat Jawa yang terdiri dari berbagai tumbuhan dan buah-buahan tertentu yang disusun sedemikian rupa dan diikat menjadi satu ikatan besar. Tuwuhan dipasang di dua tempat yaitu di kanan kiri pintu masuk rumah pemangku hajat dan di kakan kiri pintu masuk kamar mandi calon mempelai wanita.
"Tuwuhan memiliki dua fungsi sekaligus yaitu fungsi ubarampe tatacara mantu dan sebagai dekorasi alami yang memperindah rumah pemangku hajat. Sebagai ubarampe tatacara mantu, tuwuhan mengandung makna filosofis. Tuwuhan adalah perwujudan doa orang tua calon mempelai wanita kepada Tuhan Yang Maha Esa agar anak yang dijodohkan menjadi lantaran tuwuhnya keturunan," tulis Kanjeng Win.
Tumbuhan yang wajib ada dalam tuwuhan adalah pisang raja yang buahnya sudah masak. Pisang raja menjadi simbol harapan pasangan pengantin yang menikah akan memiliki kehidupan yang makmur seperti raja. Selain pisang raja, tebu wulung yang dipasang lengkap dengan daunnya menjadi simbol harapan calon pengantin memiliki jiwa yang bijaksana. Sedangkan cengkir geding yang merupakan singkatan dari kencengin pikir melambangkan kandungan.
Tumbuhan selanjutnya adalah daun randu yang melambangkan sandang dan pangan. Semakin banyak daun randu, maka diharapkan semakin makmur pula kehidupan pengantin baru. Terakhir yang paling terkenal adalah janur kuning. Janur kuning merupakan kepanjangan dari sejatining nur yang berarti cahaya ilahi. Adanya tanaman ini diharapkan calon pengantin berada di bawah lindungan Sang Pencipta. (Wiwik Martani).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....