Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Ambon Meningkat
- 06 Mar 2024 12:19 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Ambon di tahun 2023 mengalami peningkatan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Masyarakat Desa, Meggy Lekatompessy mengaku, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani di tahun 2023 capai 49 kasus. Dan didominasi oleh kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 27 kasus.
"Kemudian ada kasus penelantaran, pemerkosaan, penganiayaan, perebutan hak asuh dan pengancaman,"kata Lekatompessy saat menjadi pembicara dalam dialog Aspirasi Maluku, Rabu (6/3/2024) di provinsi Satu RRI Ambon.
Sementara untuk kasus kekerasan terhadap anak capai 79 kasus. Dimana angka paling tinggi berada pada kasus kekerasan seksual.
"Kekerasan seksual ini terdiri dari setubuh anak 23 kasus, cabul 24 kasus, kekerasan, kekerasan terhadap anak 21 kasus, pelanggaran anak 3 kasus, perebutan hak asuh 2 kasus, pencurian dan tindak pidana perdagangan orang, serta bullying,"urainya.
Dikatakan, guna menekan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pemerintah Kota Ambon telah melakukan berbagai upaya, seperti pembentukan Pokja di desa/negeri.
"Di desa negeri mereka bekerja untuk melakukan pencegahan lewat sosialisasi dan kampanye, sehingga tidak terjadi kekerasan dan bila terjadi kasus maka mereka dapat melakukan tindakan awal, apa yang harus dilakukan sebagai langkah awal,"tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....