Pedagang Rica-rica Guguk Masih Berjualan,Tuntut Kompensasi Pemerintah
- 22 Feb 2024 17:40 WIB
- Surakarta
KBRN,Surakarta: Paguyuban kuliner daging anjing atau sering disebut Rica-rica Guguk di Solo, masih tetap berjualan meskipun sudah ada surat edaran (SE) larangan konsumsi daging anjing dari Pemkot Solo. Mereka nekat berjualan lantaran SE tersebut hanya bersifat imbauan, bukan larangan berjualan.
Ketua Koordinator Paguyuban Kuliner Daging Guguk Solo, Agus Triyono mengatakan, bahwa surat edaran itu hanya bersifat imbauan, bukan larangan berjualan. Sehingga, lanjut Agus, dirinya tidak bisa melarang para pedagang berhenti berjualan daging anjing.
"Itu (surat edaran) cuma sekadar imbauan bagi masyarakat untuk tidak mengkonsumsi. Tapi kan belum ada surat larangan ataupun perda yang mengatur," katanya Selasa (21/2/2024).
Triyono mempersilakan para pedagang yang masih bisa mendapatkan pasokan daging anjing untuk tetap berjualan. Namun demikian dari puluhan pedagang juga banyak di antara mereka yang berhenti berjualan, lantaran kesulitan mendapatkan bahan baku.
"Teman-teman kalau memang mereka masih bisa dapat pasokan saya suruh jualan tidak apa-apa," kata Triyono.
Triyono sendiri mengaku berhenti berjualan lantaran kesulitan mendapatkan bahan baku. Menurutnya ini imbas dari penggrebekan truk pengangkut ratusan ekor anjing di gerbang tol Kalikangkung Semarang beberapa bulan lalu.
"Selama ini kita sudah tidak berjualan hampir dua bulan. Modalnya sudah habis-habisan," ujar dia.
Dia sendiri beralih profesi menjadi driver angkutan online. Penghasilan yang Agus terima dari jasa angkut secara online dan offline belum mampu mencukupi kebutuhan. Berbeda saat dirinya masih berjualan kuliner daging anjing.
"Saya banting stirnya belum jalan penuh. Saya punya kendaraan jadi saya masih bisa cari jasa angkut. Tapi tidak mencukupi kebutuhan. Kadang dapat kadang tidak," kata dia.
Pihaknya siap jika diminta alih profesi berjualan dengan produk kuliner lain, asalkan mendapatkan pendamping dari Pemkot. Kemudian juga difasilitasi termasuk modal usaha.
"Harapan kami bersama dengan para pedagang kuliner daging Solo lainnya bisa bertemu dengan maa Wali. Mereka ingin ada solusi seandainya nanti tidak lagi diperbolehkan berjualan daging anjing. Tetapi sampai sekarang belum terwujud.
"Sebenarnya kemarin kita sudah buat surat pengajuan ke dewan untuk kita audiensi ditemukan dengan pemerintah sama pecinta hewan sama komunitas pedagang guk-guk. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban," ujar dia. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....