"Medan Prijaji" Disebut Sebagai Pelopor Pers Nasional
- 09 Feb 2024 14:30 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu : " Ja'ni swara bagai sekalijan Radja-radja . Bangsawan asali dan fikiran dan soedagar-soedagar anak negeri. lid2 Gementee dan Gewestelijke raden dan soedagar bangsa jang terperentah lainnja "
Kalimat di atas adalah moto surat kabar Medan Prijaji yang dicantumkan di bawah nama surat kabarnya. Medan Prijaji ( dibaca EYD : Medan Priyayi) merupakan surat kabar berbahasa melayu yang terbit di Bandung pada 1 Januari 1907 hingga januari 1912. Surat kabar ini berdasarkan catatan sejarah, didirikan oleh pengusaha pribumi yang bernama Tirto Adi Soerjo.
Data dari catatan sejarah wikipedia seluruh pekerjanya mulai dari pengasuh, percetakan, penerbitan dan wartawannya adalah pribumi sehingga Medan Prijaji menjadi surat kabar pertama yang di kelola secara mandiri hingga disebut sebagai pelopor pers nasional. Surat kabar yang berukuran seperti buku dan jurnal mungil tersebut dicetak di percetakan Khong Tjeng Bie, Pancoran Betawi.
Dihalaman depan edisi perdana tertulis delapan asas yang diturunkan Tirto Adhi Soerjo, diantaranya memberi informasi, menjadi penyuluh keadilan, memberikan bantuan hukum menjadi tempat bagi yang tertindas mengadukan permasalahan, mencari pekerjaan terutama warga Betawi, menggerakkan bangsanya untuk berorganisasi, membangun bangsanya dan memperkuat bangsa dengan perdagangan.
Medan Prijaji memilih sebagai corong suara publik, tulisan tulisan Tirto Adi soerjo tanpa basa basi dan blak blakan. Hampir tidak ada satu pun kebijakan kolonial yang di rasa memberatkan rakyat yang luput dari pemberitaan surat kabar melayu pertama ini. Banyak tulisan tulisan kritis yang tak jarang membuat panas telinga pemerintahan kolonial.
Pada tahun 1910 di Batavia, Medan Prijaji terbit setiap hari kecuali Jumat, Minggu dan hari besar. Rubrik yang paling digemari pada saat itu adalah surat dan jawaban serta penyuluhan hukum gratis yang disediakan Medan Prijaji kepada rakyat yang memiliki masalah. Hal inilah yang membuat surat kabar ini berkembang dan dikenal luas rakyat Indonesia kala itu. Inilah yang menjadi cikal bakal pers nasional, Selamat Hari Pers Nasional ke-78 bagi seluruh insan pers.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....