Pemkab Aceh Tamiang Bahas Konflik Tapal Batas TNGL

  • 07 Feb 2024 21:14 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Aceh Tamiang: Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dilaporkan, terus mengalami Deforestasi serta Degradasi pada berbagai tingkatan. Akibatnya, menimbulkan ancaman bagi kawasan inti konservasi itu sendiri.

Di sisi lain, kerap menimbulkan konflik antara masyarakat penggarap, dan organisasi yang terlibat. Demikian yang terungkap dalam Sosialisasi Konflik Tapal Batas TNGL di aula Setdakab Aceh Tamiang, Rabu (7/2/2024).

Sosialisasi Konflik Tapal Batas TNGL itu melibatkan Pemkab Aceh Tamiang bersama PUPL, dan Multisektor lainnya.

"Sosialisasi ini agar menjadi jalan tengah untuk menyelesaikan konflik yang berkepanjangan di kawasan TNGL", ucap Pj Bupati Aceh Tamiang, Drs. Asra, ketika membuka acara.

Dikatakan pula, sosialisasi itu, sebagai upaya untuk mencegah meluasnya perambahan di kawasan TNGL, khususnya di wilayah Kecamatan Tenggulun.

Menurut Data GIS Yayasan HAkA menunjukkan, bahwa Kawasan TNGL yang berada di Kabupaten Aceh Tamiang, sudah kehilangan tutupan hutan sebanyak 51.64 Ha di tahun 2022. Sedangkan di tahun 2023, sebanyak 143.47 Ha, sebut Asra.

“Ini menjadi perhatian kita bersama. Kita harus berupaya agar hutan kita tetap terjaga. Sebab TNGL merupakan jantung dunia”, sambung Asra.

Di akhir sambutannya, Pj. Bupati Asra meminta agar kegiatan seperti ini juga dibuat di kampung-kampung yang dekat dengan wilayah konservasi TNGL. Tujuannya, agar masyarakat paham dampak dan akibat dari Deforastasi yang bukan hanya bisa terjadi bencana besar, melainkan terganggunya keberlangsungan ekosistem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....