Petani Sawit Keluhkan Hasil Panen Berkurang

  • 26 Des 2023 14:45 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Mukomuko: Petani Kelapa Sawit di Kabupaten MukoMuko, mengeluhkan berkurangnya hasil panen. Selain dampak mahalnya harga pupuk, cuaca panas saat ini juga menjadi salah satu faktor berkurangnya hasil panen petani.

"Pupuk mahal, hujan juga tidak kurun datang, akhirnya buah sawit jadi Trek, atau sawit tidak berbuah seperti biasanya," kata M Joji, salah seorang petani sawit di Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Selasa (26/12/2023).

M Joji menjelaskan, jika hari panas seperti saat ini petani sawit tidak bisa untuk melakukan pemupukan sawit. Karena akan sia-sia pupuk tidak bisa diserap dengan baik oleh pohon kelapa sawit, sehingga semakin memperparah keadaan.

Menurut M Joji, saat ini hasil panen bisa berkurang hingga 50 persen dari biasanya. Jika normalnya ia bisa mendapatkan 1 ton lebih dalam satu hektar, saat ini, hanya mampu mendapatkan setengahnya saja.

Selain itu para petani juga menyayangkan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang tak kunjung naik, meski keadaan buah minim. Hal ini semakin menyulitkan bagi para petani sawit terkhusus petani yang hanya memiliki lahan yang sedikit.

"Kami berharap, kalau seperti saat ini, harga sawit bisa mahal, kalau saat ini harga masih dengan harga lama yakni Rp. 2000 per kilo gram," tutupnya.

Seperti diketahui harga TBS di Mukomuko beberapa waktu lalu sempat menyentuh harga Rp. 3000 per kilo gram. Namun harga itu terus bergerak turun hingga saat ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....