Dishub Provinsi Bengkulu dan Tim Pengamanan Nataru 2023 Lakukan Pengawasan di Liku Sembilan

  • 24 Des 2023 21:33 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu - Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu memprioritaskan pengawasan di wilayah Kepahiang dan Jalur Liku Sembilan selama perayaan Natal dan Tahun Baru (NATARU) 2023. Upaya ini bertujuan untuk memastikan kondisi arus lalu lintas di kedua lokasi tersebut aman dan kondusif. Sebuah Pos Pengamanan telah ditempatkan di Liku Sembilan, dijaga oleh petugas tim pengamanan karena lintasan tersebut diprediksi akan ramai dan rawan jika pengendara tidak berhati-hati melintasi jalan berliku tersebut.

Koordinasi terus dilakukan antara Dinas Perhubungan Provinsi dengan pihak berwenang setempat, dan himbauan terus disampaikan kepada pengendara kendaraan roda empat dan roda dua. Mereka diminta untuk fokus dalam mengemudi, mengatur jarak, dan laju kendaraan dengan baik, terutama mengingat adanya tebing dan jurang cukup dalam di sisi jalan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Bambang Agus Supra Budi, S.Sos, M.Si, menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan petugas di lokasi Liku Sembilan yang dimaksud. Tim tersebut bekerja sama dengan Tim BPBD daerah dan pihak kepolisian untuk memantau perkembangan situasi.

"Tim akan melakukan patroli dan selalu siaga mengamati situasi. Bagi pengendara yang rutin melintas di jalan tersebut, tidak masalah. Namun, bagi yang baru pertama kali melintas dan menuju Bengkulu, harus berhati-hati melewati jalur tersebut, terutama pada malam hari," ungkap Bambang.

Dalam upaya antisipasi kepadatan lalu lintas di jalur tersebut, dipastikan tidak ada kendaraan angkutan barang yang melintasi sesuai surat edaran Gubernur dengan batas waktu yang ditentukan. Komunikasi dan koordinasi rutin dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi dengan wilayah kabupaten kota serta instansi pengamanan terkait untuk memastikan kondisi jalur lintas provinsi kondusif selama NATARU 2023. Pengecekan juga dilakukan terhadap kendaraan umum antar kota untuk memastikan kendaraan layak jalan, begitu juga dengan kesehatan tenaga sopir yang mengemudikan kendaraan tersebut.

"Sebelumnya, kendaraan umum antar kota juga dilakukan pengecekan oleh petugas untuk memastikan kendaraan layak jalan. Begitu juga dengan tenaga sopir, dilakukan pengecekan kesehatan lebih dulu," tegas Bambang. Keamanan kendaraan menjadi prioritas dengan memeriksa kondisi rem, ban, lampu, dan mesin. Selain itu, kondisi fisik pengemudi juga diperiksa, karena hal ini juga menentukan kestabilan dalam berkendara, berlaku sama dengan kendaraan travel dan bus yang melintasi wilayah kota atau antar provinsi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....