Beda Metode Khitan Konvensional dengan Metode Laser-Lem
- 17 Des 2023 08:50 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Sunat atau khitan di era sekarang dinilai semakin canggih dan modern. Dari sisi pemulihan bahkan jauh lebih cepat.
Jika metode yang digunakan adalah metode konvensional, yakni dengan gunting, pemulihan bisa memakan waktu tujuh hari. Itupun dengan pendarahan yang tidak sedikit.
Anak-anak yang lahir era 70an hingga 2000 umumnya merasakan metode ini. Karena saat itu inilah teknologi yang ada, metode modern meskipun ada masih jarang praktisinya.
Sementara sunat dengan laser atau alat potong khusus yang disebut laser, umumnya pemulihan mulai dari 3-4 hari. Nyaris tak ada pendarahan pada proses sunat metode ini.
Jika rasa sakit pada metode konvensional berskala 10. Maka sunat laser berskala 1-2.
Hal diatas diterangkan oleh M. Zainal praktisi khitan berpengalaman di kota Bengkulu. Ia menjelaskan jika satu-satunya rasa sakit pada saat proses sunat, itupun sudah sangat diminimalisir adalah saat anastesi lokal atau bius lokal.
Pasien bisa memilih metode suntik bius lokal dengan jarum atau tanpa jarum. Jika dengan jarum maka disebut bius kecil atau jarum bayi. Sementara tanpa jarum dengan alat khusus bertekanan.
Ia menerangkan metode sunat laser sekaligus lem menjadi metode yang populer saat ini. Lem adalah pengganti jahitan, sehingga luka cepat sembuh.
Bagaimana tidak, jika dulu luka sunat umumnya sembuh selama 7-10 hari dan baru hari ke 6 boleh terkena air. Sementara metode lem bisa terkena air dan boleh mandi setelah 6 jam.
Lalu apakah masih dijahit? M. Zain mengatakan terdapat pilihan metode perihal jahitan, yakni tetap dengan dijahit atau tidak sama sekali.
Jika pun dijahit hanya antara 2-4 jahitan. Sementara sunat konvensional dijahit pada sekeliling kulit kelamin yang merupakan bekas potongan.
Dari sisi benang, sunat konvensional menggunakan benang yang harus dilepas lagi jika sudah sembuh total. Sedangkan saat ini benang yang digunakan tidak perlu dilepas karena akan menjadi daging permanen.
Namun ada juga yang tidak menggunakan jahitan sama sekali. Metode ini hanya dengan lem khusus.
Hanya saja banyak masyarakat takut jika tanpa jahitan maka akan terbuka atau menutup kembali. "Jadi masyarakat itu bertanya, apa kuat dengan lem saja?," ungkapnya.
Sementara itu, luka bekas potongan atau bekas laser diberi lem sehingga tertutup rapat dan kering. Sehingga aman dari air.
Sunat metode modern juga tidak sama sekali diperban. Berbeda dengan metode konvensional yang akan diperban dalam 6-7 hari.
Dari sisi waktu pengerjaan operasi sunat, metode konvensional bisa memakan waktu 40 menit, bahkan 60 menit jika ada kendala lain. Seperti penis tenggelam.
Sementara metode modern laser dan lem umumnya hanya 15-20 menit. Bahkan bisa lebih cepat lagi.
M. Zain, ahli khitan yang sudah merupakan mentor bagi sejumlah praktisi khitan di Bengkulu ini mengatakan jika metode konvensional saat ini tidak hilang sama sekali. Di desa-desa metode ini masih ada.
Hanya saja metode laser dan lem memang cenderung lebih disarankan. Selain itu juga menjadi metode yang paling aman, yakni pemotongan dengan laser, lem dan sedikit jahitan atau metode kombinasi dari dua metode.
"Sejak 1996 saya menjadi praktisi khitan, jadi semua metode sudah dijalani tak terhitung lagi jumlahnya. Tujuan satu yakni kesehatan dan tentu saja menjalankan syariat bagi agama Islam," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....