Pj Wali Kota Prabumulih Door to Door Sambangi Anak Stunting

  • 22 Nov 2023 20:58 WIB
  •  Palembang

KBRN, Prabumulih: Penjabat (Pj) Wali Kota Prabumulih, Elman, bersama seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Camat dan Lurah door to door menyambangi kediaman penderita stunting di kota Prabumulih, Selasa (21/11/2023).

Sedikitnya, ada enam lokasi yang didatangi di hari pertama. Di sela-sela kesempatan itu, Pj Wali Kota melihat langsung rumah penderita stunting, memperhatikan bangunan rumah, WC, pekerjaan orang tua, menanyakan apakah sudah mendapatkan program bantuan pemerintah, dan memberikan bantuan berupa beras, telur, susu, dan lainnya..

Dijelaskan Elman, untuk menurunkan angka stunting di Prabumulih ada banyak hal yang harus diperhatikan, yang pertama yakni melihat kondisi anak.

"Tapi selain itu kita lihat juga kondisi rumah, pekerjaan orang tuanya, bantuannya sudah semua apa belum, karena ini merupakan satu kesatuan dan itu yang harus difikirkan," ungkap Elman dalam siaran pers yang diterima RRI, Rabu (22/11/2023).

Untuk itu, pihaknya turun langsung ke lapangan dengan membawa seluruh OPD terkait.

"Mulai dari WC yang belum layak, maupun warga yang belum terdata masuk penerima bantuan beras, pihaknya akan segera mendata. Jadi jangan ada yang tertinggal," tegasnya.

Elman mengaku pihaknya tidak hanya sekedar rapat saja melainkan langsung melihat kondisi rumah. Dirinya menegaskan dalam hal menuntaskan masalah tidak bisa satu satu melainkan harus menyeluruh.

Salah-satu rumah yang didatangi, Yunita (34) dan Wahyudi (40) yang beralamat di Jalan Arjuna, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih. Ibu Rumah Tangga (IRT) yang mempunyai 5 orang anak itu, berharap bantuan dari pemerintah karena sudah enam tahun lebih belum menerima bantuan.

"Dulu pernah dapat bantuan, tapi semenjak ganti KK karena ada penambahan anak, tak pernah lagi dapat bantuan," sebutnya.

Dia pun bercerita, suaminya bekerja sebagai sopir mobil truk milik salah-satu tauke karet di Prabumulih.

"Tidak setiap hari bekerja, kadang satu minggu sekali, kadang 1 minggu 2 kali, saat akan menimbang getah karet," jelasnya.

Sementara ke lima anaknya, butuh makan. Anak pertama putus sekolah, seharusnya sudah kelas 3 SMP kalau dia sekolah.

"Anak nomor dua umur 9 tahun dan masih sekolah kelas 3 SD, anak ketiga usia 5 tahun, anak keempat 3 tahun 4 bulan dan anak kelima usia 1 tahun 10 bulan," sebutnya mengaku semua anaknya perempuan.

Menurut dia, anaknya yang dinyatakan stunting merupakan anak ketiga karena tinggi dan berat badan anaknya tidak seperti anak seusianya,ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....