KBRN, Jambi : Mencintai Al-Qur'an dilakukan dengan senantiasa membersamai dan berinteraksi dengannya setiap saat. Membaca dan memahami Al-Qur'an bagi orang yang mencintainya adalah bagaikan candu yang menyenangkan.
Para sahabat Rasulullah SAW termasuk orang yang cintanya kepada Al-Qur'an tidak diragukan lagi. Dengan penuh semangat dan antusias mereka mendengarkan setiap ayat yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Maka tak heran jika para sahabat dan tabi'in menghabiskan banyak waktu untuk menghafal, memahami, merenung hingga mengamalkan isi Al-Qur'an
Sementara kini banyak orang juga mengatakan bahwa mereka mencintai Al-Qur'an. Akan tetapi cinta kepada Al-Qur'an bukan hanya sekedar kata-kata, namun juga perlu dibuktikan.
Hal ini dijelaskan Ustadz Drs. Usman Moning, MA (Penyuluh Agama Islam Kota Jambi) saat mengisi Dialog Mutiara Pagi di RRI Programa 1 Jambi, Rabu (01/11/23).
Sebab banyak pula umat Muslim yang mengaku mencintai Al-Qur'an namun dalam sehari-harinya tidak menunjukkan kecintaan tersebut. Membaca saja kadang masih malas, apalagi memahami dan mengamalkan isi kandungannya.
Maka dari itu sebagai umat Muslim sudah seharusnya belajar tentang bagaimana cara mencintai Al-Qur'an. Supaya dalam kehidupan sehari-hari memiliki pedoman untuk berperilaku yang islami.
Bagaimana cara mencintai Al-Qur'an? Moning mengatakan, Seseorang yang melakukan cara mencintai Al-Qur'an, maka hatinya akan terpaut untuk selalu dekat dengan Al-Qur'an. Orang yang mencintai Al-Qur'an tidak akan bosan meskipun membacanya berulang-ulang. Bahkan semakin lama justru terasa menyenangkan.
Menurut Imam Al Syathibi, Al-Qur'an merupakan sebaik-baik teman bercengkerama, kisahnya tidak membosankan, dan membaca serta mendengarkannya tidak menjenuhkan. Meskipun dibaca berulang, isi Al-Quran tetaplah memberikan daya tarik yang luar biasa.
Moning mengatakan, bagaimana
Cara kita mencintai Al-Qur'an, yaitu dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an. Membaca Al-Qur'an sudah menjadi keharusan bagi umat Muslim. Sebab Al-Qur'an adalah kitab suci yang sangat mulia dan sebagai mukjizat terbesar yang diterima Nabi Muhammad SAW.
Akan tetapi perlu dipahami, bahwa membaca Al-Qur'an bukan soal kuantitasnya, melainkan kualitasnya. Membaca Al-Qur'an dengan ilmu tajwid dan bacaan tartil lebih diutamakan. Apalagi ditambah dengan memahami kandungan maknanya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memahami isi kandungannya, maka kita akan mengetahui betapa indah dan luar biasanya bahasa dan isi dari kitab suci Al-Qur'an. Membiasakan diri membaca Al-Qur'an dan meningkatkan kualitas bacaannya, pada akhirnya akan tumbuh cinta kepada Al- Qur'an, jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....