Kebakaran Gudang Kimia BSD Tangsel Cemarkan Sungai Cisadane

  • 09 Feb 2026 13:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tangerang - Kebakaran yang melanda gudang kimia pestisida

dikawasan Taman Tekno, BSD, Setu, Kota Tangerang Selatan meluas. Sungai Cisadane menjadi tercemar dan berubah warna menjadi putih dengan bau menyengat.

Hadiman menyatakan daerah aliran sungai menuju Cisadane berubah warna menjadi putih dengan bau menyengat. "Iya dari cairan kimia di lokasi kebakaran," ujarnya, Senin 9 Februari 2026.

Ia menerangkan terjadi kebakaran pada lokasi gudang penyimpanan pestisida di Taman Tekno, BSD, Kecamatan Setu. Bangunan yang terbakar disemprot  air oleh dinas kebakaran.

Hadima menegaskan akibatnya bahan cairan kimia tersebut terbawa arus hingga mengalir ke anak kali yang berwarna putih dengan aroma menyengat. "Jadi dia (lokasi yang kebakaran, Red) enggak ada produksi," kata dia.

Sementara itu di lokasi usai aliran kali berwarna normal muncul banyak ikan. Ikan mengambang mati akibat terpapar cairan kimia pestisida dari lokasi gudang penyimpanan yang kebakaran.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan Omay Komarudin menambahkan ikan sudah terpapar zat kimia sehingga membahayakan setiap orang yang mengkonsumsi. "Ikan enggak boleh dikonsumsi, ikan-ikan keracunan oleh kimia," ucapnya.

Diketahui, gudang bahan kimia pestisida dikawasan pergudangan Taman Tekno, BSD, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan terbakar hebat. Akibat amukan sijago mereh itu nilai kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan, Omay Komarudin mengatakan petugas menerima laporan dari warga. "Begitu laporan masuk, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman," ujarnya, Senin 9 Februari 2026.

Dalam proses pemadaman, Damkar Tangerang Selatan mengerahkan 14 unit armada pemadam. Selain itu, bantuan dua unit mobil pemadam dari kawasan BSD serta dua unit mobil tangki air turut dikerahkan untuk memperkuat suplai air.

Menurut Omay, besarnya api dipicu oleh material kimia yang tersimpan didalam gudang. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit.

"Yang terbakar merupakan gudang insektisida. Material kimia membuat api cepat membesar dan sulit dipadamkan, ditambah lokasi cukup jauh dari sumber air," kata dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....