Kementan-Pemkab Bone Bangun Hilirisasi Ayam di Ponre

  • 07 Feb 2026 18:15 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Pemerintah Kabupaten Bone bersama Kementerian Pertanian dan sejumlah mitra strategis resmi memulai Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Fase I melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) di Perkebunan PTPN Dekko, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat, 6 Februari 2026.

Program hilirisasi peternakan terintegrasi (poultry) ini akan dikembangkan di 30 titik yang dikelola oleh PT Berdikari (Persero). Pada tahap awal, sebanyak enam unit peternakan ayam pedaging dan petelur dibangun untuk memasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Secara nasional, pelaksanaan groundbreaking fase pertama dilakukan serentak di enam lokasi, yakni Kabupaten Malang (Jawa Timur), Nusa Tenggara Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Kalimantan Timur. Dari sisi pembiayaan, pemerintah menyiapkan dukungan investasi sekitar Rp20 triliun melalui Danantara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif nasional "Mandiri Protein di Setiap Provinsi" yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung keberhasilan Program MBG.

Acara di Kabupaten Bone dihadiri langsung Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., didampingi Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. Hadir pula Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Asisten II Setda Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran Forkopimda Bone, pimpinan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), PTPN I, unsur Kementerian Pertanian, OPD terkait, serta perwakilan dunia usaha.

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah pusat dan daerah bersama BUMN serta pelaku usaha dalam memperkuat ekosistem peternakan nasional. Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena Kabupaten Bone menjadi salah satu lokasi pelaksanaan groundbreaking program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi di Sulawesi Selatan. "Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya peternak lokal," ujarnya.

Menurut Bupati, program hilirisasi ayam terintegrasi ini memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, hingga produk olahan. Ia berharap produksi ayam dan telur meningkat, kualitas tetap terjaga, serta pendapatan peternak lokal dapat terdongkrak.

Ia menegaskan, pelaksanaan fase pertama di Bone diharapkan menjadi solusi jangka panjang terhadap fluktuasi harga pakan dan DOC (day old chick), sekaligus memperkuat ekosistem agribisnis peternakan. "Diperlukan identifikasi kebutuhan berbasis data untuk memetakan potensi wilayah agar program ini tepat sasaran dan benar-benar mendukung ketahanan pangan," tambahnya.

Program "Mandiri Protein di Setiap Provinsi" yang dicanangkan Presiden Prabowo melalui Kementerian Pertanian dan Danantara memiliki nilai investasi sekitar Rp20 triliun. Pada fase pertama, fokus pembangunan meliputi 12 pabrik pakan, unit pembibitan (DOC), cold storage, serta rumah potong ayam terintegrasi, terutama di wilayah luar Jawa seperti Lampung, Sulawesi, dan Kalimantan.

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc., IPU, mengatakan pembangunan industri ayam terintegrasi juga dilakukan di sejumlah daerah lain. Infrastruktur yang dibangun mencakup breeding, hatchery, hingga unit pengolahan dan distribusi. "PTPN I telah menyiapkan lahan di Kebun Dekko dan Mappesangka untuk mewujudkan ekosistem peternakan yang mandiri dan terintegrasi," jelasnya.

Sementara itu, Asisten II Setda Provinsi Sulawesi Selatan Andi Darmawan Bintang, M.Dev., PLG, yang mewakili Gubernur Sulsel, menegaskan pembangunan infrastruktur peternakan ini bertujuan menjamin ketersediaan daging ayam dan telur, khususnya dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. "Mari jadikan Sulawesi Selatan sebagai pelopor hilirisasi peternakan," pungkasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sulsel, Kepala Balai Veteriner Kementan di Maros, Direktur/Kepala Polbangtan Bone, jajaran PTPN I Regional Head 8 Sulawesi, Direktur Utama PT Tiran Grup dan PT Ugi Agri Harapan Indonesia, serta karyawan PTPN dan PT SGN.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....