Festival Pasar 2026, Dorong Daya Saing Pasar Rakyat

  • 05 Feb 2026 17:09 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Festival Pasar 2026 resmi dibuka di Pasar Mebel, Kecataman Jebres, Kamis, 5 Februari 2026. Festival yang digelar selama empat hari, mulai 5 hingga 8 Februari 2026 ini merupakan upaya menghidupkan kembali pasar rakyat dan meningkatkan daya saing pedagang.

Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani saat pembukaan Festival Pasar 2026. Ia menilai pasar rakyat memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang interaksi sosial dan budaya masyarakat.

"Pasar sebagai pusat transaksi jual-beli. Tetapi saat ini sudah memiliki makna yang lebih. Tidak sekedar sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual tetapi sebagai pusat aktivitas ekonomi yang menjadi interaksi sosial sekaligus cerminan budaya hidup masyarakat," katanya.

Menurutnya, Festival Pasar menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali keunggulan pasar tradisional agar tetap diminati masyarakat di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Surakarta mendorong pasar rakyat tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus berinovasi dan melakukan pembenahan secara berkelanjutan.

"Kita ingin memastikan pasar rakyat tidak hanya sekedar bertahan, tapi kita harus mulai berinovasi, mulai berbenah diri," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Arif Handoko, menyebut festival ini dirancang sebagai gerakan bersama untuk menguatkan eksistensi pasar rakyat.

Ia menilai Festival Pasar mampu memperkuat UMKM dan pedagang pasar, khususnya di Pasar Mebel, yang membutuhkan promosi di tengah persaingan perdagangan yang semakin ketat di Kota Surakarta.

"Pasar rakyat ini merupakan etalase ekonomi rakyat yang hidup, inklusif, dan membanggakan untuk Kota Surakarta. Jadi, langkah strategis untuk menguatkan UMKM dan pedagang pasar, khususnya yang pasar mebel ini," ucapnya.

Festival Pasar diharapkan menjadi agenda rutin yang digelar bergantian di pasar-pasar tradisional Kota Surakarta guna menggerakkan ekonomi kerakyatan dan mempromosikan pasar rakyat. (Reza)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....