HUT Ketujuh Pecinta Kebaya Solo Tegaskan Pakem Tradisi

  • 03 Feb 2026 17:59 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Komunitas Pecinta Kebaya Solo memperingati hari ulang tahun ke-7 dengan menggelar acara edukasi budaya di Neo Solo Grand Mall. Pemilihan lokasi publik ini bertujuan agar eksistensi dan pakem kebaya gagrak Surakarta semakin dikenal luas oleh masyarakat, khususnya warga Jawa Tengah.

Berbeda dengan perayaan tahun sebelumnya yang menampilkan line dance, tahun ini Komunitas Pecinta Kebaya Solo mengusung konsep harmoni musik angklung untuk mengiringi para anggota yang berbusana adat. Konsep yang selalu berganti setiap tahun ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk kembali mencintai budaya lokal yang mulai tergerus zaman.

Wakil Ketua Pecinta Kebaya Solo, Umi Napsiatun, menekankan komunitasnya memiliki misi khusus untuk melestarikan tata cara berkebaya yang benar atau sesuai pakem. Komunitas Pecinta Kebaya Solo menerapkan aturan ketat bagi 52 anggotanya, seperti kewajiban mengenakan jarik wiron manual dan larangan keras menggunakan kain instan model plisket atau rok jahit.

"Pecinta Kebaya Solo mengharapkan bahwa kebaya Solo itu harus benar-benar yang asli. Setiap pertemuan kita harus memakai jarik wiron, kebaya kutu baru berselendang. Kita tidak boleh memakai kain plisket atau rok jahit samping, itu bukan jarik namanya. Jika tiga kali melanggar, jangan bergabung dengan kami," kata Umi Napsiatun, Selasa, 3 Februari 2026.

Ketegasan ini diterapkan bukan tanpa alasan, melainkan untuk menjaga marwah kekayaan budaya Kota Surakarta agar tidak luntur oleh modifikasi instan. Umi juga berpesan kepada generasi muda agar pandai menempatkan diri, jika ingin berkebaya modern dipersilakan, namun jika mengusung label tradisi Solo, maka aturan pakem harus dipatuhi.

Sementara itu, salah satu tamu undangan, Titik Sunarjo, memberikan apresiasi positif terhadap konsistensi PKS dalam menjaga identitas budaya Jawa. Ia menilai perayaan ini berlangsung sukses dan menjadi bukti bahwa semangat melestarikan kebaya masih sangat tinggi di kalangan perempuan Solo.

"Saya melihat ini termasuk sukses ya, saya senang sekali mendatangi acara ini. Harapannya nanti lebih dibudayakan lagi, disosialisasikan lagi biar orang Jawa di Solo yang berkebaya bertambah terus jumlahnya," ucap Titik Sunarjo.

Melalui momentum ulang tahun ini, diharapkan sosialisasi mengenai penggunaan kebaya yang benar dapat terus digencarkan. Hal ini penting agar rasa cinta masyarakat terhadap busana warisan leluhur tumbuh sejalan dengan pemahaman filosofi yang tepat. (Dania)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....