Seniman Kriya Ungkap Tantangan Membuat Relief Berbahan Semen dan Kayu
- 02 Feb 2026 15:06 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Seniman kriya di Kelurahan Manisrejo, Kota Madiun, Yoyok Supriyadi menekuni pembuatan karya relief dengan menggunakan berbagai media, di antaranya semen dan kayu.
Yoyok menyampaikan kedua media tersebut memiliki karakter dan tingkat kesulitan yang berbeda. Menurutnya, pembuatan relief berbahan semen memerlukan kesabaran karena harus menunggu proses pengeringan, sementara bahan kayu menuntut kehati-hatian dalam pengerjaan.
"Kalau dari semen itu nunggu lama, nunggu kering. Kayu pun harus hati-hati. Mukulnya nggak boleh ke terlalu kencang agar kayunya tidak patah atau terlalu banyak berkurang. Nanti kalau ditempel kurang bagus. Kurang terlihat asli," ujarnya, 1 Februari 2026.
Dalam berkarya, Yoyok mengaku lebih banyak memanfaatkan kayu bekas sebagai bahan utama. Ia biasanya hanya membeli satu atau dua potong kayu untuk kemudian diproduksi menjadi karya.
"Saya kan modelnya cuma beli yang bekas-bekas saja, enggak porsi besar enggak enggak soalnya tempatnya juga belum ada," tambahnya.
Yoyok menyebut terdapat beberapa jenis kayu yang dapat digunakan sebagai media seni pahat dan relief, di antaranya kayu jati, gamelina, dan mahoni. Yoyok mengaku untuk menyelesaikan satu karya relief, ia membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam bulan, tergantung tingkat kerumitan.
Tema relief yang paling sering dipesan adalah kisah Ramayana dan kebudayaan seperti seni Reog. Meski demikian, Yoyok mengaku paling menyukai motif realis, terutama bentuk wajah manusia dan hewan, karena dinilai lebih menantang.
Saat ini, Yoyok lebih menekuni seni kriya pahat dan relief. Meski menyukai seni lukis, ia menilai karya dua dimensi memiliki keterbatasan dibandingkan relief yang dapat dinikmati dari berbagai sisi. (UF)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....