BMKG: Pola Hujan Aceh Mulai Berubah

  • 31 Jan 2026 22:01 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh menegaskan bahwa intensitas hujan yang terjadi pada awal tahun 2026 masih berada dalam karakteristik normal musim hujan di Aceh, meskipun berdampak cukup parah di sejumlah wilayah.

Hal itu disampaikan Kepala BMKG Aceh, Nasrul Adil, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Selasa (13/1/2026), menanggapi kondisi banjir dan kerusakan yang terjadi di tujuh kabupaten, termasuk Aceh Tengah dan Aceh Tamiang.

Menurut Nasrul, hujan yang terjadi pada Januari tidak dapat dikategorikan berada di luar nalar teknis meteorologi. BMKG memiliki data curah hujan, prediksi cuaca, serta telah menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kalau dikatakan di luar nalar, tidak. Kita punya data curah hujan dan prediksinya, serta peringatan dini sudah kita sampaikan. Yang benar-benar di luar kebiasaan itu adalah kejadian Siklon Seroja pada November lalu, yang masuk ke wilayah lintang rendah, itu sangat jarang terjadi,” ujar Nasrul.

Ia menjelaskan, secara klimatologis, bulan November merupakan puncak curah hujan tertinggi di Aceh, sedangkan pada Desember hingga Januari curah hujan mulai mengalami penurunan. Namun, penurunan tersebut tidak berlangsung secara drastis, hanya sekitar 10 hingga 20 persen dari puncaknya.

Berdasarkan pantauan radar dan satelit BMKG, curah hujan di wilayah seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Tenggara memang mengalami penurunan dibanding November, tetapi masih cukup signifikan untuk memicu banjir, terutama di daerah rawan.

Nasrul juga menyoroti adanya perubahan pola hujan dalam siklus 10 hingga 30 tahunan. Jika sebelumnya curah hujan relatif merata dan turun secara bertahap, kini hujan cenderung lebih sporadis, dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.

“Biasanya curah hujan 150 milimeter itu terjadi dalam satu minggu. Sekarang bisa tercurah dalam satu hingga dua hari saja. Ini menunjukkan adanya pengaruh perubahan iklim,” jelasnya.

BMKG memprediksi curah hujan di Aceh akan kembali meningkat pada awal April 2026, mengingat wilayah Aceh memiliki dua periode puncak musim hujan dalam setahun.

BMKG Aceh mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, serta memanfaatkan informasi dan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan secara berkala.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....