Pemuda Hijau Tanam 1.500 Pohon di Hilir Sungai Cibanten
- 24 Jan 2026 14:52 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Jaringan Nasional (Jarnas) Pemuda Hijau memulai gerakan penghijauan berkelanjutan di bantaran Sungai Cibanten sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menyiapkan masa depan generasi mendatang.
Gerakan tersebut diawali dengan penanaman 100 pohon kelor secara simbolis di bantaran Kali Bedeng Kasemen, Lingkungan BBS Pengayoman, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Sabtu 24 Januari 2026. Secara keseluruhan, Jarnas Pemuda Hijau menargetkan penanaman sebanyak 1.500 pohon kelor di sepanjang aliran Sungai Cibanten.
Kegiatan ini diinisiasi Jarnas Pemuda Hijau bekerja sama dengan Komunitas Peduli Sungai Banten serta melibatkan anggota Pramuka melalui Kwartir Daerah (Kwarda) Banten. Gerakan tersebut juga mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Banten yang ditandai dengan kehadiran langsung Gubernur Banten Andra Soni.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman, Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, Kapolres Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ketua Umum Jarnas Pemuda Hijau, G. Borlak, mengatakan gerakan menanam pohon merupakan ikhtiar kolektif untuk menyiapkan “bekal lingkungan” bagi generasi masa depan.
“Tujuan menanam ini adalah merawat lingkungan agar seluruh ekosistem tetap hidup, bukan hanya manusia, tetapi juga hewan dan makhluk hidup lainnya. Jika kita tidak menyiapkan bekal untuk anak cucu, maka kita sedang menyiapkan kehancuran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penanaman di Sungai Cibanten merupakan bagian dari program nasional Jarnas Pemuda Hijau yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai daerah.
“Di sini kami menanam 100 pohon secara seremonial, namun total yang kami siapkan di Sungai Cibanten sebanyak 1.500 pohon. Secara nasional, Jarnas telah menanam hampir 9.000 pohon di berbagai wilayah di Indonesia,” katanya.
Menurutnya, gerakan penghijauan tidak hanya difokuskan pada bantaran sungai, tetapi juga akan diperluas ke lahan-lahan gersang serta wilayah pascatambang.
“Penanaman juga kami dorong di daerah gersang dan lahan pascatambang agar kawasan yang rusak dapat dipulihkan kembali melalui reforestasi,” katanya.
Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi inisiatif Jarnas Pemuda Hijau yang dinilai sejalan dengan agenda pelestarian lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.
“Gerakan menanam pohon ini adalah inisiatif yang baik dan harus kita tindak lanjuti bersama. Apalagi melibatkan anak-anak muda yang memiliki tanggung jawab menjaga masa depan dan alamnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanaman pohon di bantaran sungai memiliki fungsi strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta keselamatan masyarakat.
“Menjaga sungai dan menanam pohon sangat penting, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Jarnas Pemuda Hijau Provinsi Banten, Agus, mengatakan gerakan penghijauan di Sungai Cibanten akan dilakukan secara bertahap dari wilayah hilir hingga hulu.
“Target penanaman di Sungai Cibanten sebanyak 1.500 pohon, dimulai dari hilir dan dilanjutkan ke hulu. Secara keseluruhan, target penanaman Jarnas Banten dalam satu tahun mencapai sekitar 2.500 pohon,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan pihaknya akan menjalin komunikasi dengan perusahaan tambang untuk mendorong reklamasi lahan bekas tambang.
“Kami akan berkomunikasi dengan pemilik perusahaan tambang agar lahan-lahan bekas galian dapat ditanami kembali,” katanya.
Pemilihan pohon kelor dinilai tepat karena memiliki banyak manfaat, mulai dari menahan erosi bantaran sungai, memperbaiki kualitas tanah, hingga bernilai gizi tinggi dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber pangan serta produk herbal.
Gerakan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi awal dari budaya menanam dan merawat pohon secara berkelanjutan yang digerakkan oleh pemuda, didukung pemerintah, dan melibatkan masyarakat luas di Provinsi Banten.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....