Awal Tahun, Harga Gabah Kering Panen Relatif Stabil

  • 13 Jan 2026 10:36 WIB
  •  Tuban

KBRN, Tuban: Kepala Cabang Bulog wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, Ferdian D. Atmaja, memastikan kondisi harga gabah dan beras di awal tahun 2026 masih dalam batas wajar dan terkendali. Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan bersama para petani dan pelaku penggilingan padi.

Ia menjelaskan, harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani saat ini bervariasi, tergantung wilayah. Berdasarkan laporan dari lapangan, harga gabah berada di kisaran Rp6.000 hingga Rp7.200 per kilogram, bahkan di beberapa lokasi sempat menyentuh angka Rp9.000 per kilogram.

“harga ini masih tergolong normal, karena panen yang berlangsung di awal tahun ini umumnya berasal dari petani yang menanam lebih awal. Bahkan setelah ini juga akan ada panen lagi," ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, pada periode Januari hingga pertengahan Februari, harga gabah memang cenderung berada di level Rp7.000-an per kilogram. Angka tersebut berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa tingginya harga gabah berpotensi mendorong kenaikan harga beras. Namun demikian, Bulog memastikan ketersediaan stok beras nasional, khususnya di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Stok Bulog saat ini cukup besar, sehingga pergerakan harga beras di pasaran tidak mengalami lonjakan signifikan,” ujarnya.

Hingga pemantauan terakhir menjelang awal Januari 2026, harga beras di tingkat konsumen masih terjaga dan cenderung stabil di kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini juga didukung oleh ketersediaan stok beras di tingkat penggilingan padi yang relatif aman.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan para penggilingan, dan dari hasil pengecekan, stok mereka cukup banyak sehingga tidak kesulitan dalam memperoleh bahan baku,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Bulog optimistis harga beras di pasar masyarakat, termasuk di tingkat distributor dan pengecer, masih akan tetap terkendali dan tidak memberatkan konsumen dalam waktu dekat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....