PMI Bawa Ribuan Ton Bantuan Kemanusian Aceh

  • 09 Jan 2026 19:50 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Kapal Omarrasheed milik perusahaan pelayaran Kalla Line bersandar di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Jumat (9/1/2025), dengan membawa sekitar 2.600 ton bantuan logistik kemanusiaan dari Palang Merah Indonesia (PMI).

Bantuan berskala besar tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang terdampak banjir dan bencana alam dalam beberapa waktu terakhir.

Kedatangan kapal disambut langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fad, bersama Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf, serta sejumlah unsur terkait di pelabuhan.

Logistik kemanusiaan yang diangkut menggunakan kapal milik Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Yusuf Kalla, tersebut meliputi sekitar 500 ton beras, puluhan unit alat berat, bahan pangan, alat tulis sekolah, perlengkapan ibadah, serta kebutuhan pendidikan lainnya.

Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf, menjelaskan bahwa sebagian besar bantuan berasal dari donasi para pengusaha dan perusahaan yang disalurkan melalui PMI sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana.

“Saat ini fokus PMI adalah membantu korban banjir, terutama pembersihan lumpur pascabanjir di wilayah Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya,” ujarnya.

Selain itu, PMI juga akan memberikan bantuan pembersihan di wilayah dataran tinggi seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, meski dengan jumlah alat berat yang lebih terbatas.

Murdani menambahkan, mekanisme penyaluran bantuan dilakukan melalui dua jalur, yakni sebagian diserahkan melalui pemerintah kabupaten/kota dan sebagian lainnya disalurkan langsung oleh PMI di daerah terdampak. “Untuk bantuan seperti buku dan alat tulis, kami salurkan melalui pemerintah daerah,” katanya.

Ia menegaskan PMI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pemulihan Aceh pascabencana, termasuk pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi agar kehidupan masyarakat dapat kembali pulih secara bertahap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....