Keutamaan Dzikir
- 05 Jan 2026 06:38 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Di tengah hiruk-pikuk tuntutan pekerjaan, urusan keluarga, dan berbagai persoalan duniawi, manusia seringkali merasa gelisah dan hampa. Menanggapi fenomena tersebut, Ustadz H. Nunuk Rijojo Adi, M.Ag., dalam tausiyahnya di Mutiara Pagi Pro 1 RRI Yogyakarta, Senin (5/1/2026) menekankan bahwa Allah SWT telah memberikan solusi yang mudah dan tanpa biaya untuk meraih ketenangan jiwa, yakni melalui zikir.
Zikir, yang secara bahasa berarti "ingat", merupakan sarana bagi setiap hamba untuk senantiasa terhubung dengan Sang Pencipta dalam segala kondisi. Merujuk pada Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 191, Ustadz Nunuk menjelaskan bahwa berzikir tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Allah menyebutkan tiga posisi utama manusia yang patut diisi dengan zikir.
"Zikir bisa dilakukan saat kita berdiri, duduk, maupun berbaring. Artinya, dalam situasi apa pun, kita diperintahkan untuk senantiasa mengingat Allah agar selalu dalam penjagaan-Nya," ujarnya.
Lebih lanjut, beliau memaparkan berbagai keutamaan luar biasa bagi mereka yang meluangkan waktunya untuk berzikir:
- Menenangkan Hati: Sesuai janji Allah dalam Al-Qur'an, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
- Menghapus Dosa dan Mendatangkan Pertolongan: Zikir menjadi wasilah datangnya pertolongan Allah dalam menghadapi kesulitan hidup.
- Memudahkan Urusan Rezeki: Konsistensi dalam berzikir dipercaya dapat membuka pintu-pintu kemudahan dalam urusan duniawi.
- Dinaungi Malaikat: Mengutip hadis riwayat Imam Muslim, majelis atau kumpulan orang yang berzikir akan dikerumuni malaikat, dinaungi rahmat, dan dibanggakan Allah di depan penduduk langit.
"Tidaklah suatu kaum berkumpul untuk berzikir kecuali Allah akan menyeru dari langit: 'Bangunlah, dosa-dosamu telah diampuni dan keburukanmu telah diganti dengan kebaikan'," katanya mengutip hadis riwayat Ahmad.
Ustadz Nunuk menekankan bahwa zikir sangat fleksibel. Seseorang boleh berzikir dalam keadaan memiliki wudu maupun tidak, meskipun secara adab lebih baik dalam keadaan suci. Secara teknis, zikir bisa dilakukan secara sirr (lirih/dalam hati) maupun jahr (suara keras).
Beberapa bacaan zikir yang dianjurkan antara lain:
- Tahlil: Laa ilaha illallah
- Tasbih: Subhanallah
- Tahmid: Alhamdulillah
- Istigfar: Astaghfirullahaladzim
- Shalawat Nabi
"Mari kita kondisikan diri kita agar di setiap waktu—pagi, siang, sore, maupun malam—selalu terisi dengan mengingat Allah agar hidup kita senantiasa dalam keberkahan," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....