Mengenal Sebutan Ka Jelema dalam Bahasa Sunda

  • 22 Des 2025 20:50 WIB
  •  Sintang

KBRN, Sintang: Bahasa Sunda memiliki kekayaan kosakata yang sangat beragam, termasuk dalam hal sebutan atau panggilan kepada seseorang berdasarkan usia, kondisi, dan status sosial. Hal tersebut disampaikan oleh budayawan Sunda, Ukus Suryana, dalam program siaran ragam budaya di Studio Pro 1 RRI Sintang, Senin (22/12/2025).

Ukus Suryana yang akrab disapa Aa Uus menjelaskan bahwa dalam budaya Sunda, sebutan kepada manusia bukan sekadar panggilan, tetapi mengandung makna filosofis dan nilai budaya. “Sebutan ka jelema dina Basa Sunda téh lain saukur panggilan wungkul, tapi miboga harti jero jeung nilai budaya nu kudu dipikawanoh ku generasi ayeuna.”

Beberapa sebutan yang umum dikenal antara lain Aki yang berarti kakek, Akil Baleg yang bermakna seseorang yang sudah memiliki akal dan kedewasaan, serta Bala Gantrang yang merujuk pada perempuan yang tidak sedang mengalami haid. Selain itu, terdapat pula sebutan Baleg Tempele yang menggambarkan seseorang yang berani dari belakang, serta Belek Kesenteng yang berarti pekerja keras dan kuat.

Dalam kategori usia muda, Aa Uus menjelaskan istilah Budak yang berarti anak yang belum balig, Budak Bolon untuk anak kecil yang masih lucu, Budak Gumelo untuk anak usia 2 hingga 4 tahun, dan Budak Kumalole yang menurut kepercayaan lama perlu dirawat secara khusus karena memiliki tanda tertentu pada tubuhnya.

Menutup penjelasannya, ia berharap kegiatan siaran budaya ini dapat menambah wawasan pendengar. “Ku ayana siaran ieu, mugia masarakat Sunda hususna jeung umumna para nu ngadangukeun bisa leuwih wanoh kana sebutan-sebutan dina Basa Sunda salaku warisan budaya.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....