Harga Ikan di Belitung Melonjak Akibat Kondisi Cuaca

  • 11 Des 2025 11:40 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Belitung : Harga ikan di Pasar Tanjungpandan pada bulan ini mengalami lonjakan signifikan akibat cuaca buruk dan angin kencang yang membuat nelayan sulit melaut. Kondisi ini berdampak langsung pada berkurangnya pasokan ikan segar sehingga harga berbagai jenis ikan naik di tingkat pedagang.

Putra, salah satu pedagang ikan di Pasar Tanjungpandan, mengatakan stok ikan menipis karena nelayan hanya bisa berangkat ketika angin mereda.

"Cuaca lagi kurang bersahabat, angin kencang. Jadi nelayan baru bisa pulang ketika angin teduh, makanya stoknya tidak banyak," ujarnya, Kamis (11/12/2025).

Saat ini, ikan tongkol yang biasanya dijual Rp20.000–Rp25.000 per kilogram naik menjadi sekitar Rp30.000. Ikan merah ukuran besar mencapai Rp60.000, ukuran kecil Rp40.000, sedangkan ikan kerisi naik ke angka Rp40.000–Rp45.000 per kilogram. Menurut Putra, kenaikan terjadi sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 akibat cuaca ekstrem

Selain itu, beberapa komoditas laut lainnya juga mengalami penyesuaian harga. Udang dijual Rp40.000–Rp80.000, cumi-cumi Rp60.000–Rp80.000, tenggiri Rp75.000–Rp90.000, ekor kuning Rp40.000, dan kakap merah sekitar Rp55.000 per kilogram.

Menjelang Natal dan Tahun Baru, pedagang memprediksi permintaan ikan bakar seperti jembung dan ikan bulat akan meningkat, namun daya beli masyarakat masih bergantung pada stabilitas harga dan kondisi ekonomi.

Sementara itu, salah satu pembeli, Bu Neneng, menyebut kondisi ekonomi saat ini membuat sebagian warga menahan diri membeli ikan.

Menyikapi lonjakan harga ini, Neneng mengaku hanya membeli ikan sesuai kebutuhan sekali makan, mengingat semua harga bahan pokok juga mengalami kenaikan.

"Kalau ekonomi lagi susah, semua serba mahal. Ikan juga jadi berat dibeli. Kalau ekonomi stabil, berapa pun harganya pasti dibeli," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....