Dapur MBG Cipocok Jaya Layani Ribuan Siswa Harian

  • 10 Des 2025 15:12 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Hari masih dini ketika aktivitas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipocok Jaya, Kota Serang, mulai bergerak. Deru kompor, suara panci besar, dan lalu-lalang relawan memenuhi dapur produksi yang menjadi salah satu titik penyedia makanan bergizi gratis program Presiden Prabowo Subianto. Dari dapur inilah ribuan paket makanan disiapkan sebelum dikirim ke sekolah-sekolah pada pagi hari.

Kepala SPPG Banjarsari 1 Kota Serang, Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa seluruh proses dimulai sejak dini hari. Menurutnya, penanganan makanan dilakukan secara ketat sesuai standar Badan Gizi Nasional.

“Pendistribusian kita mencakup SD, SMP, TK, dan posyandu. Totalnya ada 2.954 paket per hari. Di dapur sini ada 47 relawan dari yayasan, ditambah tiga personel dari BGN, yaitu kepala SPPG, ahli akuntansi, dan ahli gizi. Jadi total SDM kami 50 orang,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Iwan memastikan seluruh peralatan dan teknik produksi mengacu pada petunjuk teknis dan SOP dari Badan Gizi Nasional. Sampai saat ini, kata dia, belum ditemukan kendala teknis di lapangan.

Di SDN Banjarsari 5, Cipocok Jaya, paket makanan tiba pada pagi hari lalu ditempatkan di satu titik sebelum dibagikan kepada siswa. Kepala sekolah menyampaikan seluruh siswa di sekolahnya menerima manfaat program tersebut. “Di sini 100 persen siswa mendapat MBG, 734 anak. Tidak ada penolakan,” katanya seraya menambahkan mekanisme pembagian berlangsung tertib melalui koordinator kelas.

Kepala sekolah SDN 5 Banjarsari, Anton Setiabudi juga mengusulkan variasi menu yang lebih banyak agar siswa tidak bosan. “Kalau bisa susu yang saat ini satu minggu sekali bisa diberikan setiap hari, supaya tambahan gizinya lebih optimal,” katanya.

Dukungan juga datang dari para orang tua. Panji, salah satu wali murid, menilai program MBG menjadi bantuan nyata bagi keluarga dan memberi rasa aman karena anak-anak makan di sekolah dengan menu yang dijamin gizinya. “Program ini sangat baik. Anak-anak senang, dan orang tua tidak khawatir soal jajan di luar. Makanan dari MBG sudah jelas sehat,” kata Panji.

Ia berharap pengawasan dapur MBG terus diperkuat agar isu-isu negatif di luar tidak berdampak pada pelaksanaan program di sekolah. “Selama ini tidak ada keluhan dari anak-anak kami. Program ini bagus dan harus terus didukung,” ucapnya.

Bagi para siswa, paket makanan yang datang setiap pagi bukan hanya sekadar bekal; ini menjadi bagian dari rutinitas sekolah yang mereka tunggu. Sementara bagi para orang tua, MBG menjadi penopang keseharian yang meringankan pengeluaran sekaligus menambah rasa tenang.

Dari dapur yang hidup sejak dini hari hingga senyum anak-anak di ruang kelas, alur panjang penyediaan makanan bergizi ini menunjukkan satu hal: setiap paket yang tersaji adalah hasil kerja banyak tangan dengan satu tujuan memastikan anak-anak Kota Serang mendapat asupan bergizi yang layak setiap hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....