Biaya Kerja Di Australia Rp 85 Juta, Ini Penjelasan Kadis Tenaga Kerja Ambon

  • 31 Mar 2023 12:49 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Ambon, Steven Patty menjelaskan, besaran biaya Rp 85 juta, yang menjadi polimik dan pertanyaan di masyarakat terutama bagi calon pekerja yang akan diberangkatkan ke Australia adalah diperuntukkan untuk mempersiapkan berbagai hal, mulai dari pengurusan visa, dokumen keberangkatan, pelatihan, tiket keberangkatan Hingga asuransi.

"Jadi kami Dinas bekerjasama dengan California Education Center-Indonesia, mereka ini tugasnya mempersiapkan anak- anak daerah untuk bekerja di Darwin-Australia. Jadi skill mereka disiapkan sesuai yang dibutuhkan di sana. Kita juga kerjasama dengan IGW, mereka yang nyari lowongan kerja di sana,"kata Kadis, Steven Patty saat konferensi pers di Ambon.

Diakuinya, sebanyak 430 calon pekerja mendaftarkan diri, dari hasil seleksi 148 lolos dan dinyatakan layak untuk disiapkan bekerja di Australia, namun masih harus memenuhi sejumlah persyaratan lainnya, mulai dari pendaftaran ulang, dokumen-dokumen hingga pelatihan dengan besaran biaya Rp 85 juta seperti yang ramai di masyarakat saat ini.

"Yang sudah lolos harus daftar kembali apakah mereka bersedia diberangkatkan atau seperti apa. Ada anggaran karena banyak hal yang harus dipersiapkan ke Australia, bekerja di sana harus sesuai standar yang mereka tetapkan,"jelas Patty.

Dirinya menegaskan, biaya yang disampaikan murni untuk persiapan keberangkatan, tidak ada hal lain apalagi untuk kepentingan pemerintah semata.

"Kami tidak ambil uang mereka, itu murni untuk persiapan. Dan sudah dipastikan mereka akan langsung bekerja di sana,"tegasnya.

Diakuinya, pemerintah kota Ambon juga sudah mencari solusi untuk membantu para calon pekerja Australia mendapatkan dana Rp 85 Juta itu, dimana Pemkot bekerjasama dengan bank Mandiri untuk memberikan pinjaman (Kredit) kepada mereka yang kemudian akan dibayar berangsur saat sudah bekerja di Australia.

"Kami sudah berdiskusi bersama pimpinan bank Mandiri untuk membantu mereka mendapatkan pinjaman untuk kebutuhan ke Australia, nanti dipotong saat sudah bekerja di sana,"kata Steven Patty.

Sementara itu, Perwakilan Tim California Education Center-Indonesia, Elly Yana menjelaskan, dana Rp 85 juta tersebut diperuntukkan untuk pengurusan dari Ambon hingga ke Australia dengan rincian sertifikat kelayakan bekerja, kursus bahasa Inggris, sertifikat IELTS, pelatihan -pelatihan (Softskil, Highskil dan fisik), biaya tempat tinggal di Asrama termasuk uang makan (Sehari 3 kali makan), biaya translite dokumen, Medical Cek Up, Biaya pembuatan Visa, biaya kebutuhan tim konsultan (transportasi dll), biaya tempat tinggal di Australia dan jasa pencari kerja, biaya tiket ke Australia, Asuransi Jiwa (Indonesia) dan asuransi kesehatan (Australia).

"Kalau secara rasio biaya Rp 85 juta itu masih murah, ada saja yang memberikan biaya di atas itu hingga Seratus juta ke atas. Dan ini, kami tidak memaksa para calon pekerja untuk ikut ke Australia bekerja, itu pilihan mereka,"tegas Elly.

Saat dikonfirmasi terkait lowongan pekerjaan seperti yang disampaikan Dinas Ketenagakerjaan kota Ambon, Elly mengaku saat ini bidang yang dibuka adalah bidang hospitality yaitu perhotelan, restoran, dan supermarket. Sementara Peternakan dan Perkebunan masih belum di buka.

"Kalau Pertanian dan Peternakan belum di buka, ini bisanya saja beda, kalau saat ini kami pake visa 462 sementara skema Pertanian dan peternakan adalah 403,"tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....