Dosa Orang Meninggalkan Salat dalam Al-Qur’an
- 28 Nov 2025 14:40 WIB
- Bintuhan
KBRN, Bintuhan : Salat adalah tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa meninggalkan salat bukan hanya kelalaian, tetapi termasuk dosa besar yang mendatangkan ancaman keras, baik di dunia maupun akhirat. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Salat Sebagai Kewajiban Utama Umat Islam
Allah memerintahkan salat dalam banyak ayat. Perintah ini bersifat wajib tanpa pengecualian, selama seseorang masih berakal dan baligh.
Firman Allah:
“Didirikanlah salat dan tunjukkanlah zakat, serta rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43)
Ayat ini menegaskan bahwa salat adalah kewajiban mutlak. Siapa yang meninggalkannya berarti mengabaikan salah satu rukun Islam yang paling fundamental.
2. Ancaman Bagi Orang yang Lalai atau Meninggalkan Salat
Al-Qur’an memberikan ancaman tegas kepada mereka yang sengaja melalaikan salat.
Firman Allah:
“Maka celakalah bagi orang-orang yang salat, yaitu mereka yang lalai terhadap salatnya.” (QS. Al-Mā’ūn: 4–5)
Jika orang masih salat namun lalai sudah diancam “celaka”, maka orang yang meninggalkan salat sama sekali tentu mendapatkan ancaman yang jauh lebih keras.
3. Termasuk Golongan Penghuni Neraka Saqar
Al-Qur’an menggambarkan dialog penduduk neraka Saqar. Salah satu penyebab utama mereka disiksa adalah karena meninggalkan salat.
Firman Allah:
“Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Saqar (neraka)?”
Mereka menjawab: ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat’.
(QS. Al-Muddatsir: 42–43)
Ayat ini menunjukkan bahwa meninggalkan salat adalah dosa besar yang menyeret ke dalam azab Saqar, salah satu tingkatan neraka yang sangat dahsyat.
4. Mengikuti Jalan Orang Kafir dan Durhaka
Allah menyebutkan bahwa meninggalkan salat adalah sifat orang yang ingkar dan mengikuti hawa nafsu.
Firman Allah:
“Kemudian datanglah setelah mereka pengganti yang buruk, yang menyia-nyiakan salat dan mengikuti hawa nafsu. Maka mereka akan menemui kesesatan.”(QS. Maryam: 59)
Kata adha‘uṣ-ṣalāh (menyia-nyiakan) diartikan banyak ulama sebagai meninggalkan salat dengan sengaja, sehingga menyebabkan seseorang berada dalam kesesatan nyata.
5. Menghapus Keberkahan dan Kasih Sayang Allah
Dalam Al-Qur’an, Allah juga menjelaskan bahwa orang yang meninggalkan salat akan kehilangan keberkahan hidup dan rahmat-Nya.
Firman Allah:
“Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu (salatmu).”
(QS. Al-Baqarah: 143)
Ayat ini menunjukkan bahwa keberkahan hidup sangat erat dengan ketaatan salat. Ketika salat ditinggalkan, maka rahmat dan penjagaan Allah turut menjauh.
6. Menjadi Penyebab Kerusakan Hati dan Amal
Salat berfungsi mencegah perbuatan keji dan munkar. Tanpa salat, hati menjadi gelap dan mudah mengikuti maksiat.
Firman Allah:
“Sesungguhnya salat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)
Ketika salat ditinggalkan, penghalang dari kemaksiatan pun hilang, sehingga seseorang rentan terjerumus dalam dosa besar lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....