Pemkab Tanggung Biaya Korban Penembakan di PT-ABS
- 25 Nov 2025 14:20 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan akan menanggulangi biaya pengobatan dan perawatan semua korban yang terlibat kasus penembakan warga oleh petugas keamanan dampak konflik agraria di PT. Agro Bengkulu Selatan (PT. ABS) pada Senin, (24/11).
Bupati Bengkulu Tengah, Rifai Tajudin meminta pihak rumah sakit melakukan penanganan yang diperlukan para korban.
"Kemarin saya bilang dengan rumah sakit untuk tidak membicarakan soal biaya dulu. Insyaallah, kita lakukan penanggulangan. Namanya juga darurat, ini kan bagian bencana juga," ungkap Rifa'i yang ditemui di Balai Raya Semarak Bengkulu, Selasa (25/11).
Disampaikannya, saat ini kondisi ke lima korban yang terluka dalam insiden penembakan yang diduga dilakukan petugas keamanan perusahaan sudah mendapatkan penanganan medis. Walaupun dua orang diantaranya harus dirujuk ke RSUD M. Yunus Bengkulu karena kondisinya lebih parah, namun menurutnya kondisi para korban saat ini sudah tertangani dengan baik. "Kondisi kelima korban saat ini dalam keadaan baik, ada dua yang dirujuk ke Bengkulu untuk memastikan agar kesehatannya lebih tertangani. Kita minta tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang cepat tanggap," jelasnya.
Dirinya juga meminta agar masyarakat menjaga kondusifitas dan tidak semakin menyulut keadaan dengan menyampaikan informasi yang provokatif, apalagi kondisi di lapangan masih panas.
Pengamanan di rumah sakit juga diminta untuk diperketat, karena para korban dari kedua belah pihak baik masyarakat yang bersiteru maupun pihak perusahaan yang menjadi korban insiden, dirawat di rumah sakit yang sama.
"Kita berharap untuk semua pihak tidak memberikan informasi-informasi sifatnya provokasi tapi berikan rasa sentuhan-sentuhan keamanan," imbaunya.
Sementara terkait penanganan kasus, Rifa'i mengatakan pemerintah sudah berkoordinasi dengan semua pihak khususnya aparat penegak hukum terutama terkait kepemilikan dan penggunaan senjata api maupun senjata tajam.
"Kita serahkan prosesnya kepada pihak hukum. Kami (pemerintah) hanya bersifat membina, mengedukasi masyarakat. Dan memberikan pelayanan prima dalam menangani korban-korban luka," katanya.
Pemerintah daerah Bengkulu Selatan juga saat ini tengah mencari formulasi penanganan, dengan melibatkan pihak agraria, pemerintah desa dan pihak terkait untuk mencari solusi sekaligus langkah antisipasi agar keadaan tidak semakin memanas.
"Kita selesaikan dulu masalah pengobatan dan sebagainya ini. Setelah itu kami akan rapat muspida dulu, Forkopimda (Forum kominikasi pimpinan daerah) rapat dulu untuk langkah antisipasi. Baru kita bergerak ke situ bersama-sama," ujarnya.
Untuk diketahui, Senin, (24/11), terjadi insiden tragis yang mengguncang masyarakat Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan serta menggoreskan luka mendalam terkait konflik agraria di Indonesia. Sebanyak 5 lima orang petani diduga ditembak menggunakan pistol oleh pihak keamanan Perusahaan Sawit PT. Agro Bengkulu Selatan (PT. ABS). Penembakan ini diduga kuat merupakan konflik agraria berkepanjangan yang selama bertahun-tahun tidak mendapatkan penyelesaian yang adil dan komprehensif.(Lns)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....