Public Speaking Tetap Kunci di Era Digital
- 03 Nov 2025 23:09 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Di tengah derasnya arus digitalisasi, kemampuan public speaking masih menjadi keterampilan penting yang tak boleh diabaikan. Hal tersebut disampaikan oleh Amalia Rosyadi Putri, Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam UIT Lirboyo Kediri sekaligus CEO AR_Media.
Amalia mengungkapkan keprihatinannya terhadap generasi muda saat ini yang cenderung menganggap public speaking tidak terlalu penting. “Sekitar 70 persen anak muda merasa public speaking itu tidak terlalu penting, padahal keterampilan berbicara di depan publik adalah kunci membuka relasi seluas mungkin. Kalau tidak bisa berbicara dengan baik, bagaimana kita bisa menarik orang lain untuk bekerja sama atau berbisnis?” ujarnya kepada RRI, Senin (03/11/2025).
Menurutnya, perkembangan teknologi justru memberikan banyak peluang untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum. “Sekarang public speaking sudah didukung banyak tools, mulai dari media sosial hingga platform digital yang bisa dimanfaatkan untuk berlatih dan memperbagus cara berbicara,” jelasnya.
Namun, ia menilai bahwa generasi muda saat ini terlalu nyaman dengan kecanggihan teknologi sehingga komunikasi dua arah semakin berkurang. “Mereka pintar mengetik, tetapi gagap berbicara. Fenomena ‘alone together’ membuat mereka seolah bersama tapi sebenarnya sendiri,” tambahnya.
Amalia menekankan bahwa teknologi memang baik, tetapi komunikasi tetap menjadi hal utama. Minimal setiap orang harus mempunyai 80 persen skill public speaking. Manfaatkanlah dunia digital untuk membangun komunikasi yang lebih kreatif. Jadilah public speaker yang santun sekaligus pendengar yang baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....