Ekspedisi SAB Mahira 2025: Menapaki Jejak Alam, Budaya

  • 23 Okt 2025 16:55 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Suasana pagi yang cerah mengiringi keberangkatan rombongan Ekspedisi SAB Mahira 2025 dari pelataran sekolah alam Mahira Bengkulu menuju Jawa Tengah, Kamis (23/10). Dengan semangat petualangan dan belajar budaya, ekspedisi ini menjadi momen penting bagi para peserta untuk mengeksplorasi keindahan alam, sejarah, dan kearifan lokal di jantung Pulau Jawa.

Rombongan yang terdiri dari pelajar dan fasilitator ini bertolak menggunakan bus ekspedisi pada pukul 09.00 WIB dari halaman sekolah Mahira. Rute pertama menuju Kabupaten Wonosobo, daerah yang dikenal dengan panorama Dieng dan tradisi masyarakatnya yang unik.

“Ekspedisi ini bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi bentuk pembelajaran langsung tentang alam, sosial, dan budaya Jawa Tengah,” ujar Ketua Yayasan SAB Mahira, Soepriadi Oktapio dalam Arahan Pelepasan siswa untuk Ekspedisi Jawa Tengah, sebelum keberangkatan.

Selain menjelajahi Gunung Prau, gunung Sumbingdan Telaga Warna peserta juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke Masjid Agung Jamik Wonosobo, Musium Dieng Kailisa, Musium Situs Semedo, Musium Panglima Besar TNI Jenderal Sudirman, Monumen Bahari serta Candi Arjuna.

“Harapannya, ekspedisi ini bisa membuka wawasan peserta tentang pentingnya pelestarian alam dan budaya,” ujar Rachmad Hidayat Kepala Sekolah SM SAB Mahira.

Ekspedisi SAB Mahira 2025 dijadwalkan berlangsung selama sebelas hari PP, dari 23 hingga 2 November 2025.

Semangat para peserta tampak jelas saat bus meninggalkan halaman sekolah, diiringi lambaian tangan orang tua dan yel-yel penyemangat dari teman-teman yang tidak mengikuti ekspedisi. Perjalanan panjang ke Jawa Tengah ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam kegiatan eksplorasi dan pengabdian yang rutin dilakukan setiap tahun oleh SAB Mahira.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....