Ternyata, Gerabah Tanah Liat Ada Produksinya di Bengkulu
- 22 Okt 2025 21:09 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Karya kriya berbahan tanah liat kini menjadi fokus utama seorang seniman asal Bengkulu, Edi, berupaya mempertahankan tradisi pembuatan gerabah yang mulai jarang digeluti di era modern. Ia memanfaatkan tanah liat lapisan atas tersebut untuk menghasilkan berbagai bentuk gerabah dengan nilai seni dan fungsional.
Ia menjelaskan proses pembuatan gerabah membutuhkan ketelatenan sejak tahap awal hingga pembakaran. Tanah liat yang sudah dibentuk akan dikeringkan selama empat hingga lima hari tanpa terkena sinar matahari langsung, melainkan dengan angin agar tidak retak sebelum masuk ke tungku pembakaran.
“Kalau jenis tanah liat itu ada tiga earthenware, stoneware, dan porselin. Nah, yang kami pakai di sini jenis earthenware, yaitu tanah lapisan atas yang paling mudah dibentuk,” ujarnya (22/10/25).
Ia menambahkan, proses pembakaran dilakukan dengan suhu antara 800 hingga 1000 derajat Celsius selama delapan jam. Proses ini menjadi tahap penting untuk menghasilkan gerabah yang kuat, bertekstur halus, serta warna alami tanah yang menjadi daya tarik tersendiri.
Edi berharap seni gerabah dapat terus hidup di tengah masyarakat Bengkulu. Ia ingin karya gerabah tidak hanya dilihat sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai peluang ekonomi kreatif yang dapat memberdayakan masyarakat lokal. (Nnda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....