Tuntaskan 2.000 Ton Sampah Depo, Bangun Rekonstruksi Sosial
- 08 Okt 2025 15:24 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Tumpukan sampah yang sempat menggunung di hampir seluruh depo dan tempat pembuangan sementara (TPS) berangsur-angsur tertangani. Dengan menerjunkan alat berat, Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan masalah sampah di depo selesai sekitar dua pekan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Rajwan Taufiq kepada RRI mengatakan, perkiraan total sampah yang selama ini tertahan di depo ada sekitar 2.000 ton.
Rajwan menjelaskan, penanganan sampah di depo kurang lebih selama sepekan ini dikebut dan mampu teratasi sekitar 1.500 ton.
"Yang 500 ton yang ada di Nipu ini harapan saya 2 minggu ini bisa sudah bisa kami selesaikan," kata Rajwan, Selasa (7/10/2025).
Setelah masalah sampah di depo selesai, dibutuhkan komitmen tidak hanya pemerintah, tetapi juga rekonstruksi sosial masyarakat dengan memilah sampah.
Lebih lanjut Rajwan Taufiq menambahkan, rekonstruksi sosial masyarakat terus dibangun agar gerakan ini menjadi sebuah habit atau kebiasaan. Sehingga nantinya struktur pengolahan sampah melalui unit pengolahan sampah (UPS) di Kota Yogyakarta tidak terlalu berat.
"Nah, hulu ya dengan program MasJOS tadi, pemilahan sampah yang dilaksanakan. Harapan kita nanti kita bisa mengkondisikan sampah yang ada di Kota Yogyakarta," ujar Rajwan, menjelaskan.
Komitmen seluruh masyarakat termasuk penggerobak melalui emberisasi ini bisa terselesaikan untuk sampah basah, sampah anorganik selesai di bank sampah dan dedaunan diolah di Unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO), sehingga residu yang dibuang ke depo akan sangat sedikit.
Wali kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan, sebenarnya yang menjadi tantangan dalam permasalahan sampah di Kota Yogyakarta bukan pada penyelesaian tumpukan sampah di depo, namun lebih pada mencegah agar semakin banyak sampah yang terkelola di rumah tangga.
"Sebenarnya targetnya kalau menghabiskan di depo itu kan tidak sulit yang yang sulit itu mencegah biar depo-nya tidak isi gitu," kata Hasto.
Sehingga upaya membangun sistem di tingkat hulu atau sumber sampah melalui rekonstruksi sosial diungkapkan Hasto, terus dibangun
"Makanya kita kan ini minggu-minggu ini ya terus kita gerilya ke masyarakat untuk supaya yang tidak perlu dibawa ke depo, tidak dibawa ke depo. Kita gerilya terus ini ya," ucap Hasto.
Hasto mengungkapkan, melalui emberisasi sekitar dua hari yang lalu bisa mencegah sampah basah ke depo, dengan 415 ember sisa makanan dengan masing-masing ember isinya 25 kilo.
"Jadi ada 10 ton sisa nasi, sisa sayur yang kemarin kita amankan 2 hari yang lalu. Harapan target saya, saya bisa mengamankan 50 ton sisa makanannya orang Yogyakarta ini," ujar Hasto.
Rekonstruksi Sosial Masyarakat melalui gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (MasJOS) sudah harus menjadi budaya karena diakui Hasto, depo yang dulu sekitar bulan Mei 2025 sudah teratasi, tetapi kembali meluap karena belum adanya perubahan perilaku dalam mengelola sampahnya.
"Ini perilakunya harus lebih lagi diubah dalam memilah dan mengolah," ujar Hasto, menambahkan. (Yan/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....