UNU Yogyakarta Gelar Diskusi “2R: Ruang Riung”

  • 07 Okt 2025 20:20 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta : Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, melalui Center for GEDSI dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), menyelenggarakan "2R: Ruang Riung", Acara ini digelar bersama Indika Foundation dan didukung oleh the King Abdullah bin Abdulaziz International Centre for Interreligious and Intercultural Dialogue (KAICIID(). Acara ini merupakan sebuah forum berskala internasional untuk menampilkan dan merayakan inisiatif perdamaian, khususnya yang dipimpin oleh perempuan. Acara digelar di Kampus UNU Yogyakarta pada 5 – 13 Oktober 2025 dan diisi agenda pameran seni, seminar internasional, talkshow, lokakarya, serta kunjungan lapangan. Dalam acara ini hadir para pembicara dan peserta dari kalangan akademisi, tokoh agama, dan pegiat lintas iman dari dalam dan luar negeri.

Kepada RRI, Direktur Center for Gender Equality, Disability and Social Inclusion (GEDSI) UNU Yogyakarta Wiwin Rohmawati, Senin (6/10/2025) menyatakan agenda ini sejalan dengan visi kampus untuk berkontribusi pada isu perdamaian dan inklusivitas. Sekaligus membuka peluang riset kolaboratif, pertukaran akademik, dan program pengabdian masyarakat.

Melalui karya seni kreatif, dialog interaktif, dan keterlibatan komunitas, forum ini menyoroti peran penting dialog antaragama dan antarbudaya dalam mendorong perdamaian dan kohesi sosial..

Ia menjelaskan, inisiatif ini bertujuan untuk menyoroti upaya pembangunan perdamaian secara global, khususnya di Asia Tenggara dengan berfokus pada Indonesia dan Thailand. Selain itu, forum ini mengangkat tantangan regional yang dihadapi bersama, termasuk intoleransi beragama, kesenjangan gender dalam pembangunan perdamaian, dan kurangnya representasi suara kelompok minoritas.

Untuk memperluas perspektif negara lain, forum ini akan mengundang pemimpin perdamaian dari jaringan lintas iman Asia Tenggara untuk berbagi wawasan berharga mereka dalam membangun perdamaian dan kohesi sosial.

Sementara itu, Advisor Indika Foundation sekaligus Fellow KAICIID, Ayu Kartika Dewi, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun perdamaian. Ia percaya bahwa perdamaian harus dibangun bersama, melibatkan perempuan, pemuda, dan komunitas lintas iman. 2R: Ruang Riung hadir sebagai wadah berbagi inisiatif perdamaian yang lahir dari masyarakat, sekaligus mendorong kerja sama strategis di bidang pendidikan dan pemberdayaan pemuda.

Ia menyatakan, sebagai penyelenggara Indika Foundation telah berkiprah dalam memberdayakan pemuda sebagai pembangun perdamaian melalui kemampuan berpikir kritis, keterampilan sosial-emosional, dan kontak lintas kelompok. Dengan lebih dari 8 tahun beroperasi, bekerja sama dengan lebih dari 750 mitra kolaboratif dalam 159 program, kami telah membangun dampak positif di lebih dari 130.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia.

UNU Yogyakarta telah memberi perhatian besar pada isu inklusivitas dan perdamaian. Selain prinsip no one left behind dalam memberi akses pendidikan ke semua kalangan disertai sarana fisik gedung kampus yang ramah disabilitas, UNU Yogyakarta juga terlibat dalam berbagai program di kedua isu itu baik di tingkat nasional dan internasional

nilai-nilai pluralisme, toleransi, dan perdamaian. Karena itu, merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk menjadi tuan rumah forum ini, yang mempertemukan para pemuda, tokoh agama, akademisi, masyarakat sipil, serta sahabat dari berbagai negara di Asia Tenggara," ujar Rahayu.

UNU Yogyakarta telah memberi perhatian besar pada isu inklusivitas dan perdamaian. Selain prinsip no one left behind dalam memberi akses pendidikan ke semua kalangan disertai sarana fisik gedung kampus yang ramah disabilitas, UNU Yogyakarta juga terlibat dalam berbagai program di kedua isu itu baik di tingkat nasional dan internasional. (Nata Dwiharso)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....