Harga Bawang Melejit di Pasar Induk Jakabaring
- 06 Okt 2025 21:28 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Aroma kuat dari tumpukan bawang merah dan putih masih memenuhi lorong-lorong Pasar Induk Jakabaring. Tapi belakangan, bukan sekadar aromanya yang menusuk—harga kedua bumbu dapur ini pun ikut "menyengat", membuat banyak pembeli mengeluh dan penjual serba salah.
Harga bawang merah dan bawang putih kini melambung hingga Rp36.000 per kilogram, naik drastis dari harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp20.000. Kenaikan ini terjadi sejak beberapa minggu terakhir dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
“Itu kan dari Pagaralam, orangnya bawa ke sini. Jaraknya jauh, makanya modal pun agak besar. Kalau dijual murah, nggak bisa nutupin modal kami. Udah sering dapat komplain dari pembeli, cuma tetap nggak bisa diturunin, karena kami juga ngeluarin banyak biaya,” ungkap Septa, penjual bawang dan tomat yang sudah beberapa tahun berjualan di pasar ini, Minggu (5/10/2025).
Septa menjelaskan, sebagian besar stok bawang yang ia jual berasal dari wilayah Pagaralam, sebuah daerah pegunungan di Sumatera Selatan. Jarak yang jauh membuat biaya angkut dan logistik membengkak, apalagi ditambah harga bahan bakar dan distribusi yang tidak murah.
Karena itulah, ia dan penjual lain memilih menaikkan harga agar tidak merugi, meski harus menghadapi keluhan dari para pelanggan. “Kalau harga tetap rendah, kita rugi. Pendapatan bisa-bisa lebih kecil dari modal,” keluh Septa.
Di sisi lain, pembeli seperti Farah, warga Palembang yang berbelanja rutin di pasar tersebut, merasa cukup tertekan. Sebagai ibu rumah tangga, Farah menyebut bawang adalah bumbu wajib dalam memasak. Namun dengan harga yang kian tak masuk akal, ia kini hanya membeli seperlunya saja.
“Bawang salah satu bumbu masak, bagian dari kebutuhan juga. Tapi sekarang harganya udah nggak normal. Sekilo hampir empat puluhan. Ditawar pun cuma bisa turun tiga sampai empat ribu. Padahal belanjaan bukan cuma bawang,” kata Farah sambil menunjukkan plastik kecil berisi bawang yang ia beli.
Di tengah lonjakan harga bawang, harga tomat justru tetap stabil di angka Rp8.000 per kilogram. Tomat masih menjadi satu-satunya komoditas sayur yang tidak terdampak gelombang kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir. “Untungnya tomat belum naik. Masih bisa kami jual dengan harga biasa,” kata Septa.
Baik pedagang maupun pembeli berharap pemerintah segera turun tangan. Baik dari sisi subsidi distribusi, pemangkasan rantai pasok, hingga pengawasan harga di tingkat petani dan tengkulak.
“Kami butuh bantuan supaya harga bisa stabil, modal nggak berat, pembeli juga senang. Kalau kayak gini terus, pasar bisa sepi, orang males masak,” tambah Septa.
Hal serupa disampaikan Farah. Ia berharap ada pengendalian harga kebutuhan pokok, agar masyarakat tetap bisa berbelanja dengan layak dan tidak perlu memilih antara membeli bawang atau kebutuhan penting lainnya.
Kenaikan harga bawang di Pasar Induk Jakabaring bukan hanya cerita soal angka, tapi juga soal konflik harian antara kebutuhan dan keterbatasan, antara penjual yang tak ingin rugi, dan pembeli yang tak ingin kantongnya jebol. Jika tidak segera ditangani, bukan hanya dapur yang kehilangan bumbunya—tetapi pasar pun bisa kehilangan putaran ekonomi yang sehat.
Penulis: Nursyamsa Azzahiru, Mahasiswa Magang Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....