Mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Juara 3 Tartil Internasional 2025
- 18 Sep 2025 01:45 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe : Kabar gembira kembali hadir dari tanah rencong, Fauzan Azima pemuda asal Blang Pulo yang juga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, sukses mengharumkan nama Aceh dengan meraih Juara 3 pada ajang bergengsi International Qur’an Recitation Award (IQRA) 2025 cabang Tartil Al-Qur’an. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Aceh mampu bersaing di level internasional dengan membawa nilai-nilai Islam yang penuh cahaya.
Perjalanan Fauzan menuju panggung kemenangan tidaklah singkat. Dimulai dari tahap penyisihan, setiap peserta dari berbagai negara diwajibkan mengirimkan rekaman bacaan tartil terbaik mereka. Dari ratusan peserta, hanya segelintir yang mampu melangkah ke babak final. Berkat konsistensi latihan dan keikhlasan hati dalam melantunkan ayat-ayat suci, Fauzan berhasil lolos dan membawa harapan besar bagi Aceh.
Puncak acara berlangsung pada 14 September 2025 di Banda Aceh. Dengan penuh ketenangan, Fauzan tampil langsung di hadapan juri internasional serta disaksikan penonton dari berbagai negara. Suara tartilnya yang merdu, jelas, dan penuh penghayatan berhasil memikat hati juri. Tak ayal, ia keluar sebagai Juara 3 dunia dan menjadi sorotan banyak pihak.
Kompetisi ini semakin terasa istimewa dengan kehadiran finalis dari berbagai kampus ternama dunia, seperti Universiti Islam Sharif Ali (Brunei Darussalam), Universitas Al-Azhar (Mesir), Islamic University of Madinah (Arab Saudi), hingga Ma’had Khadimul Haramain Asy-Syarifain Raja Abdullah Bin Abdul Aziz (Arab Saudi). Kehadiran Fauzan di antara nama-nama besar tersebut semakin menegaskan kualitas generasi Qur’ani dari Aceh.
Bagi masyarakat Aceh, capaian ini bukan hanya kemenangan pribadi, melainkan juga simbol kebanggaan kolektif. Dari sebuah kampung sederhana di Blang Pulo, suara suci Al-Qur’an berhasil menembus panggung dunia. Fauzan menjadi inspirasi bahwa ketekunan, doa, dan keyakinan mampu mengantarkan anak muda Aceh meraih prestasi internasional tanpa harus kehilangan jati diri.
Prestasi Fauzan Azima sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an. Di tengah arus modernisasi, ia membuktikan bahwa cinta terhadap Al-Qur’an bukanlah hal yang kuno, melainkan jalan mulia untuk mengangkat martabat diri, keluarga, daerah, bahkan bangsa. Semoga jejak Fauzan ini terus berlanjut, melahirkan lebih banyak lagi qari-qari muda yang membawa harum nama Indonesia di mata dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....