Banjir Lumpuhkan Aktivitas Warga di Tering Seberang

  • 15 Sep 2025 09:26 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar : Warga di Tering Seberang, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), kembali dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Mahakam. Banjir dipicu tingginya curah hujan beberapa pekan terakhir serta kiriman air dari hulu Mahakam.

Bhabinkamtibmas Polsek Long Iram, Brigpol Thalib, mengatakan banjir sudah merendam permukiman warga selama empat hari terakhir, dengan ketinggian air mulai selutut hingga pinggang orang dewasa. Kondisi itu terjadi di RT 01 hingga RT 04 Tering Seberang.

“Sampai hari ini masih banjir, tapi sudah mulai surut,” kata Thalib kepada RRI Sendawar, Minggu (14/9/2025) sore.

Akibat banjir, aktivitas warga terhambat. Akses darat menuju Pelabuhan Tering Seberang lumpuh total sepanjang dua kilometer karena badan jalan terendam air dengan ketinggian yang sama.

Bhabinkamtibmas Polsek Long Iram, Brigpol Thalib. (dok.RRI/MCJ)

Thalib menyebut, sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) terdampak cukup parah. Warga pun harus menyewa perahu ketinting untuk beraktivitas sehari-hari.

“Mereka saat ini menggunakan perahu ces yang disewa untuk aktivitas. Jadi di area pelabuhan itu memang lumpuh total,” jelasnya.

Ardiyah, warga RT 01 yang berdagang gorengan dan makanan di sekitar pelabuhan, mengaku sudah lima hari terakhir hanya bisa berdiam di rumah karena warungnya terendam banjir.

“Ya nggak bisa jualan, berdiam saja sudah,” ungkapnya.

Ardiyah, Warga Tering Seberang, Kecamatan Tering.

Ia menyebut baru menerima bantuan dari pemerintah kampung setempat, berupa beras dua kilogram dan kopi. Sementara dari pemerintah kabupaten, bantuan belum ada, padahal warga sangat membutuhkan bahan pangan dan air bersih.

Kesulitan juga dialami para pelajar di wilayah tersebut. Aditya Aji Saputra, salah satu di SMA N 1 Linggang Bigung, yang menetap di RT 04 Tering Seberang mengatakan, selama banjir ini ia berangkat lebih awal dan harus menyewa ketinting untuk sampai sekolah.

Aditya bersama teman-temannya saat bermain air di area pelabuhan Tering Seberang. (dok.RRI/MCJ)

“Kami kalau dari rumah sewa ketinting. Pakaian juga pakai celana pendek dulu biar seragam sekolah nggak basah. Nanti sampai daratan yang kering baru ganti. Ya terganggu sih, sering terlambat,” ujarnya.

Selain waktu tempuh lebih lama, Aditya juga harus mengeluarkan ongkos tambahan sekitar Rp15–20 ribu sekali jalan untuk menyewa perahu ketinting.

Ia berharap kondisi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah, terutama agar aktivitas belajar para pelajar tidak terus terganggu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....