Apa itu Teori Bulan? Berikut Penjelasannya
- 10 Sep 2025 08:23 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Teori bulan sama halnya dengan Teori Asal Usul Bulan. Menurut laman resmi Natural History Museum, United Kingdom, terdapat tiga teori pembentukan bulan, yaitu Teori Penangkapan, Hipotesis Akresi, Teori Fisi, dan Teori Tumbukan Raksasa.
Teori penangkapan menyatakan bahwa bulan adalah benda seperti asteroid yang terbentuk di tempat lain di tataran tata surya lalu ditangkap oleh gravitasi bumi saat melintas di dekatnya. Hipotesis Akresi justru melihat bulan diciptakan bersamaan dengan bumi pada saat pembentukannya.
Sementara Teori Fisi, menunjukkan bahwa bumi berputar sangat cepat sehingga beberapa materi dari bumi terlepas kemudian mengorbit planet, dan Teori Tumbukan Raksasa menggambarkan bahwa bulan terbentuk akibat tabrakan antara bumi dan planet kecil lainnya, seukuran Mars, lalu tumbukan itu terkumpul dalam orbit, mengitari bumi dan membentuk Bulan.
Teori Bulan ini diperkuat oleh Misi Apollo yang telah berhasil membawa beberapa bebatuan dan tanah dari Bulan, sebagai petunjuk bagaimana Bulan terbentuk. Misi ini menyebut , mineral di Bulan memiliki lebih sedikit kandungan air dibandingkan batuan terestrial serupa. Bulan kaya akan material yang terbentuk dengan cepat pada suhu tinggi.
Sebelum Bumi dan Bulan, ada istilah proto-Bumi dan Theia (planet seukuran Mars). Model tumbukan raksasa menunjukkan bahwa pada suatu titik dalam sejarah awal pembentukan Bumi, kedua benda ini saling bertabrakan. Menurut peneliti, mineralogi Bumi dan Bulan begitu dekat alias hampir sama, sehingga memungkinkan untuk mengamati bentang alam seperti Bulan tanpa harus terbang ke luar angkasa.
Apabila manusia di Bumi melihat permukaan bulan, akan tampak warna abu-abu pucat dengan bercak-bercak gelap. Warna abu-abu pucat itu disebut batuan anortosit. Batuan ini terbentuk ketika batuan cair mendingin dan material yang lebih ringan mengapung ke atas, sementara area gelapnya adalah jenis batuan yang disebut basal.
Anortosit serupa dapat ditemukan di Pulau Rum di Skotlandia. Terlebih, sebagian besar dasar lautnya berupa basal dan permukaan ini merupakan yang paling umum diamati di semua planet bagian dalam tata surya. Bulan tidak memiliki gunung berapi selama miliaran tahun, sehingga permukaannya tidak berubah. Inilah sebabnya mengapa kawah tumbukan di Bulan begitu jernih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....