Pemkot Buka Suara Soal Polemik Revitalisasi Pasar Rau
- 08 Sep 2025 10:06 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Pemerintah Kota (Pemkot) Serang buka suara terkait beragam komentar dari masyarakat soal rencana revitalisasi Pasar Induk Rau (PIR). Pemkot bersikukuh revitalisasi pasar dilakukan justru untuk menjawab persoalan utama para pedagang, seperti sepinya pembeli.
“Sepinya pasar itu jadi alasan utama kenapa revitalisasi dilakukan. Wali Kota Serang, Budi Rustandi ingin pasar ini kembali ramai. Caranya, perbaiki sarana dan prasarana agar pasar tidak kumuh, tidak becek, tidak gelap, tidak pengap. Semuanya akan dibenahi,” ucap Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, Senin (8/9/2025).
Baca juga: Rencana Revitalisasi Pasar Rau Dapat Komentar Beragam
Terkait status Hak Guna Bangunan (HGB), Wahyu menjelaskan, meskipun diperpanjang hingga 2029, tidak otomatis memperpanjang hak milik atas satuan rumah susun milik pedagang. “Semua tetap harus melalui izin pemerintah daerah. Tidak bisa otomatis,” kata dia.
Ia membantah isu soal sistem tebus-menebus. Menurutnya, penataan dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Serang agar biaya lebih ringan bagi para pedagang saat kembali berjualan.
“Tidak ada tebus-menebus. Aturannya sudah jelas, dan itu justru dirancang agar tidak memberatkan. Jangan sampai revitalisasi pasar dianggap jadi beban pedagang,” ucap Wahyu.
Baca juga: Penataan Pasar Rau Dorong Ketertiban dan Investasi
Wahyu menekankan revitalisasi Pasar Induk Rau bukan sekadar membangun ulang fisik bangunan, tetapi juga memperbaiki sistem pengelolaan secara menyeluruh. Ia meminta semua pihak tidak terjebak pada isu-isu yang menyesatkan, dan lebih fokus pada tujuan utama, menciptakan pasar yang layak, bersih, serta mampu menggerakkan ekonomi pedagang dan masyarakat.
Sebelumnya penolakan datang dari Himpunan Pedagang Pasar Rau (HIMPAS). Mereka menilai kondisi fisik pasar masih layak dan hanya perlu perbaikan tata kelola. HIMPAS juga menyebutkan tujuh alasan penolakan, termasuk rencana yang dinilai belum matang dan kekhawatiran atas keberlanjutan legalitas kios milik pedagang.
“Menolak rencana pembangunan ulang total PIR mengingat kondisi pedagang yang sedang terpuruk," kata HIMPAS yang ditulis melalui akun Instagram @serangtv pada Sabtu, 6 September 2025.
Baca juga: Penataan Pasar Induk Rau Serang Dapat Dukungan Masyarakat
Sementara di media sosial, video kondisi PIR yang diunggah akun @serangfyp mengundang banyak tanggapan warganet. Mayoritas mendukung upaya revitalisasi agar pasar menjadi tempat belanja yang nyaman dan modern.
“Saya setuju dirombak aja biar makin bersih, jadi orang betah belanja. Rau bisa kayak mall, adem, nggak bau seperti sekarang,” ucap pemilik akun @maulidyaazwan.
Warganet lainnya dengan akun @jovanmrg, menginginkan konsep Pasar Rau yang sederhana tapi modern. “Setuju dirombak total, satu lantai aja. Gedungnya simpel, bersih, area ikan dan daging ditata seperti di pasar modern supaya tidak becek,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....